Home Tag "wisata kuliner"

Modern Ala Indonesia

Ken Miryam Vivekananda Fadlil
3
0
30
Dua penari Papua menari diiringi tabuhan tifa bertalu-talu. Kemudian datang penari berpakaian adat Dayak. Penari Papua sontak menyambutnya dengan melakukan tarian Dayak. Lalu muncul sepasang muda-mudi Melayu. Sang Papua dan sang Dayak pun turut bergoyang sesuai irama Melayu. Selanjutnya, datang penari Bali, dan semuanya mengikuti alunan gamelan Bali yang dinamis.

Nasi Pedas dari Bali

Novieta Tourisia
2
0
616
Siapa tak kenal Kuta di Bali? Inilah sebuah kawasan wisata yang terintegrasi dengan kebudayaan lokal. Dan tak jauh dari pantainya, berdiri sebuah warung sederhana yang ikut meramaikan ragam kuliner di Bali, yakni Nasi Pedas Ibu Andika.

Lunpia Semarang dan Aroma Tiongkok

Johan Sobihan
4
0
31
Lunpia merupakan jajanan yang berasal dari tradisi turun temurun keluarga keturunan Tiongkok. Makanan ini pertamakali dibawa masuk ke kota Semarang pada 1930 oleh seorang pemuda Tiongkok bernama Jwa Dayu. Dan Jwa Dayu beruntung. Lunpia buatannya, yang berisi tumisan rebung muda, telur, dan udang, ini diminati oleh banyak orang.

Sate Kere Kaya Rasa

Dewi Suspaningrum
5
0
92
Jangan berprasangka dulu dengan makanan satu ini. Kere memang salah satu kata dalam bahasa Jawa yang berarti miskin. Tapi bukan berarti sate kere ini miskin rasa atau hanya diperuntukkan bagi orang miskin. Anda salah besar. Sate kere justru merupakan satu sate yang kaya rasa. Orang Jawa menyebutnya sugih rasa.

Selat Solo di Jakarta

Siti Nurdina
4
0
316
Sembari menyantap makanan yang disajikan di atas kemarang yang beralaskan daun pisang, alunan gending Jawa terdengar mengalun lembut. Inilah Warung Solo, sebuah rumah makan khas Jawa yang terletak di tengah jantung Jakarta.

Nasi Krawu, Hidangan Kuno Dari Kota Gresik

Dewi Suspaningrum
4
0
52
Nasi krawu merupakan satu makanan kuno yang sampai hari ini masih bisa ditemui di kota Santri, Gresik, Jawa Timur. Meski berkembang di Gresik, ada pendapat bahwa makanan ini merupakan masakan leluhur dari Madura. Salah satunya didasarkan pada banyaknya pedagang nasi krawu yang berasal dari Madura.