Home Novieta Tourisia

Novieta Tourisia

Penulis lepas, berdomisili di Jakarta.

Tana Toraja dan Eksotika Warisan

Novieta Tourisia 0
0
110
Tana Toraja di Sulawesi Selatan tak hanya memiliki alam yang elok. Di sini, warisan nilai kebudayaan tak lekang di makan waktu.

Nasi Pedas dari Bali

Novieta Tourisia 2
0
617
Siapa tak kenal Kuta di Bali? Inilah sebuah kawasan wisata yang terintegrasi dengan kebudayaan lokal. Dan tak jauh dari pantainya, berdiri sebuah warung sederhana yang ikut meramaikan ragam kuliner di Bali, yakni Nasi Pedas Ibu Andika.

Kosmopolitan di Banten Lama

Novieta Tourisia 6
0
107
Nuansa kosmopolitan tampak dari serangkaian peninggalan bersejarah di Banten Lama, Banten. Situs-situs yang ada merupakan warisan sejarah kerajaan Banten, Belanda, dan China. Beberapa diantaranya mengandung unsur spiritual.

Negeri Besar Dari Kalimantan Timur

Novieta Tourisia 6
0
56
Kalimantan Timur tidak hanya menyimpan kekayaan tambang yang luar biasa. Di balik itu, inilah kawasan dimana pernah berdiri sebuah kerajaan besar, sebuah kerajaan hindu tertua di Indonesia.

Rasa Khas Parahyangan di Sindang Reret

Novieta Tourisia 5
0
313
Sindang Reret menyajikan bermacam hidangan ikan dengan gurame sebagai menu favorit. Ikan ini dapat dicampur dengan aneka rasa bumbu, seperti kecap, acar kuning, pesmol, rujak, cobek, cabe hijau, hingga asam manis.

Siluet di Pulau Tidung

Novieta Tourisia 52
0
51
Saya seperti kena hipnotis. Pulau Tidung ini begitu cantik. Panoramanya melukiskan gradasi dari perpaduan elemen alam yang saling melengkapi. Laut yang membiru kehijauan mengharmoni dengan langit cemerlang dan pepohonan rindang.

Tidung, Pulau yang Tersembunyi

Novieta Tourisia 17
0
20
Pulau Tidung terletak di Kepulauan Seribu Selatan bagian Barat, Jakarta. Pulau yang memiliki luas sekitar 109 hektar ini terbagi dua bagian, yakni Pulau Tidung Besar dan Pulau Tidung Kecil.

Museum Layang-Layang Indonesia

Novieta Tourisia 4
0
66
Kecintaannya pada layang-layang dan keinginannya yang besar untuk menghidupkan kembali kebudayaan bangsa Indonesia membuat seorang ahli kecantikan, Endang Wijanarko Puspoyo, lantas mendirikan Museum Layang-Layang Indonesia.