Home Martin Aleida

Martin Aleida

Martin Aleida adalah sastrawan yang lahir di Tanjung Balai, Sumatera Timur/Utara, pada 1943. Selain melahirkan karya-karya sastra, mantan jurnalis yang pernah menempuh studi lingustik di Georgetown University, Washingotn D.C, Amerika Serikat, ini juga pernah bekerja di Perserikatan Bangsa-Bangsa dan sejumlah media massa, di antaranya Majalah Tempo di Jakarta. Sempat menjadi anggota Komite Sastra Dewan Kesenian Jakarta periode 2009 – 2012 dan menjadi Penasihat Perkumpulan Lentera Timur dan Media LenteraTimur.com hingga 2013.

Bernala di Pangkuan Benua

Martin Aleida 0
0
63
Memegangi kakimu kuat-kuat, mengagumi jawer kupingmu dengan takjub, belajar padamu bagaimana bersetia pada rumah sendiri, sampai mati.

Antara Magnis-Suseno dan Sulastomo

Martin Aleida 0
0
664
Ada “tangan Tuhan” yang tersembunyi di dalam surat wasiat dari kedua orangtua saya yang “sudah teken mati” mau berlayar dengan kapal laut selama tiga bulan untuk menunaikan ibadah haji.

Jurnalisme dan Trubadur dari Gorontalo

Martin Aleida 1
0
115
Ada yang menyimpulkan bahwa bait-bait yang diciptakan dan didendangkan oleh seniman yang buta itu dengan dramatis, melebihi kisah Ibrahim yang rela mengorbankan anaknya.

2011: Catatan di Bawah Lentera

Martin Aleida 0
0
23
Kita tunggu akan kemana Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin berlabuh, menjadi sebuah onggokan dokumentasi atau pusat yang mencerahkan dan ilham bagi pertumbuhan budaya kita.

Kehendak Hati yang Lain?

Martin Aleida 0
0
26
Nuklir? Tahukah Dahlan Iskan peringkat orang Indonesia dalam hal kecermatan? Ingatkah dia laboratorium nuklir percontohan yang terletak dekat pemukiman yang sedang bangkit, Bumi Serpong Damai, yang dikenal sebagai BSD City di Tangerang, Banten, bocor beberapa waktu yang lalu?

Wasiat untuk Cucuku

Martin Aleida 0
0
81
Kota ini, sebagaimana yang kukatakan, adalah sahara bagi anak-anak. Anak-anak tak punya tempat di sini, apalagi binatang.