Home Christopel Paino

Christopel Paino

Christopel Paino adalah seorang jurnalis kelahiran Gorontalo. Kini ia menjadi staf redaksi LenteraTimur.com di Jakarta dan anggota Divisi Media Perkumpulan Lentera Timur.

Malam Jahanam di Bulungan

Christopel Paino 22
-3
6.42K
Kesultanan Bulungan saat itu adalah sebuah wilayah yang berdaulat: memiliki pemerintahan, teritori, dan rakyat. Wilayah kekuasaannya mencapai Malinau, Nunukan, Tana Tidung, Tarakan, Sebatik, bahkan hingga ke Sipadan dan Ligitan.

Minyak dan Tradisi Kekerasan di Indonesia

Christopel Paino 0
0
21
"Tapi kalau memang tidak diselesaikan, maka batu bara yang ada di Kalimantan kita ekspor ke luar negeri."

Matinya Sang Wombuwa

Christopel Paino 5
0
55
Bahwa dayango sudah dilarang. Saya membawa surat instruksi dari kepala daerah, supaya semua warga di kampung ini tahu.

Dongeng Hari Kebangkitan Nasional

Christopel Paino 0
-1
114
Omong kosong besar jika ada yang mengatakan Indonesia adalah warisan nenek moyang.

Bara Borneo untuk Jakarta

Christopel Paino 1
0
90
"Karena sebagai pemimpin daerah, mereka memang tidak ada pilihan lain selain harus melawan."

Tabir Laga Senjata di Gorontalo

Christopel Paino 0
0
72
Konflik dua kelompok bersenjata ini, sebagaimana yang tercatat, sudah berlangsung sejak 2010 lalu.

Ketika Jembatan Menjadi Pemisah

Christopel Paino 0
0
77
"Pembangunan jembatan dan jalan tol itu bukan memperkuat NKRI, tapi sebaliknya berpotensi terhadap keretakan negara, antara barat dan timur."

Menggadang Nama Bandar Udara di Tanah Serdang

Christopel Paino 2
0
79
”Kalau ingin nama yang netral, jangan bikin di tanah Serdang. Bikin saja di Medan.”

Kau Menambang, Kami yang Tumbang

Christopel Paino 0
0
169
Ketika itu, banjir menenggelamkan 651 rumah warga. 827 kepala keluarga mengungsi. Pun demikian dengan sejumlah infrastruktur jalan; sekolah dan tempat ibadah terendam, tiga jembatan roboh, dan jalur Trans-Sulawesi yang menghubungkan Gorontalo dan Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, putus.

Menguras Perut Bumi Hulondhalo

Christopel Paino 0
0
75
Setiap tahun, wilayah Kabupaten Bone Bolango dan Kota Gorontalo terpaksa mendapat kiriman ’air coklat’ dari kawasan ini. ’Air coklat’ itu adalah longsor, limbah, juga banjir.