Home Featured Sastra Djawa, Esai Tengku Amir Hamzah (2)

Sastra Djawa, Esai Tengku Amir Hamzah (2)

40
0
Sumber: Minami, 1 Maret 1943.
Sumber: Minami, 1 Maret 1943.

 

Berikut adalah seri kedua dari esai Tengku Amir Hamzah yang sebelumnya dapat dibaca di sini.

Minami, 1 Februari 1943

Sastera Djawa
(Oleh T. Amir Hamzah)

2)

Pada sajembara radja Djanaka, hanya beliaulah jang dapat membentang panah Wisjnoe dan dapatlah direboetnja anakda baginda.

Djilid kedoea Ajodhakanda, meriwajatkan chabar astana Maharadja Dasjaratha.

Baginda hendak mendjadikan Rama radja, tetapi boenda Bharata menaroeh tjemboeroe dan memohonkan poetranja naik tachta.

Tambahan poela boenda Bharata berhak memadjoekan doea permohonan jang ta’ moengkin ditampik, sebab telah didjandjikan baginda oentoek beliau.

Permohonan Keikeji ialah Bharata ganti radja dan Rama diboeang ke dalam hoetan.

Walaupoen Maharadja Dasjarata tiada setoedjoe dengan ini, tetapi Rama menjembahkan pada ajahandanja, bahwa beliau tiada boleh engkar akan djandjinja dan iapoen berangkat kedalam rimba diiringkan oleh Sita dan Laksjmana.

Bharatapoen memerintah tetapi atas nama Rama.

Kitab ketiga Aranjakanda.

Dirimba belantara itoe diamlah Rama dan Sita dalam seboeah tempat pertapaan, maka terseboetlah riwajat Rawana melarikan Sita, oleh sebab tipoe Rawana, maka baharoelah hasil maksoednja.

Rama dan Laksjmana diperdajakan kidjang emas jang dikedjar oleh mereka itoe, maka tinggallah Sita seorang dirinja, laloe dilarikan Rawana ke Langkapoera Negara.

Kitab keempat Kiskindakanda .

Kiskinda ialah negeri persemajaman Maharadja kera Soegriwa, pada waktoe Rama mengembara mentjahari Sita, maka bertemoelah beliau dengan Maharadja Soegriwa.

Baginda telah dinjahkan kemenakan baginda Walin dari keradjaannja, berdjandjilah Rama akan memoelangkan keradjaannja kembali, tetapi Soegriwa bersetia poela menolong Rama mentjahari Sita.

Dikirim bagindalah empat boeah laskar, menoedjoe empat arah mata angin, laskar keselatan dikepalai oleh Hanoeman.

Tibalah laskar jang menoedjoe ke selatan ini ketepi laoet diseberang poelau Langkapoera, disini dapat chabarlah mereka, bahwa Sita diterbangkan ke Langka menjeberang laoet.

Dipantai itoe ditinggalkan Hanoemanlah balatenteranja dan beliaupoen melompatlah ke Langka mentjari Sita.

Soendarikanda atau kitab kelima.

Kitab ini penoeh dengan pemandangan indah-indah jang dilihat Hanoeman dipoelau Langka.

Bertemoelah Hanoeman dengan Sita Dewi dan ditoendjoekkan Hanoemanlah akan tjintjin Rama pada dewi Sita sambil dichabarkannja, bahwa Rama akan datang melepaskan Sita.

Pada waktoe hendak melompat poleang tertangkaplah Hanoeman oleh penoenggoe taman, diikatkan mereka api pada ekor Hanoeman, dengan tipoenja dapat Hanoeman melepaskan dirinja, dibakarnja setengah Langka, laloe lompat poelang.

Joeddhakanda atau kitab keenam.

Disinilah moelai perang antara Rama dan Rawana, diperboeatlah tambak dari benoea India sampai kepoelau Langka, segala batoe-batoe jang besar itoe ditelan oleh ikan-ikan, laloe segala ikan laoet itoepoen diantar-antarilah.

Setelah moesta’id tambak itoe, maka baharoelah boleh lepas balatentera Rama keseberang, petjahlah perang antara kedoea belah pihak.

Rama memboenoeh Rawana  dan Sita dewipoen dibawa Rama poelang ke Ajodhja Negara.

Oettarskanda kitab ketoedjoeh.

Telah beberapa lamanja hidoep dalam sentosa, timboellah waswas dalam hati Rama , adakah Sita ini soenji dari bentjana Rawana?

Maka pergilah Sita kedalam hoetan membawa diri, laloe diam dalam seboeah pertapaan, dalam rimba ini lahirlah anakda beliau kembar.

Setelah anakda kedoea ini besar, maka pergilah mereka keastana Rama, disana diriwajatkan mereka hikajat Ramajana ini, sambil menjanji, baharoelah insjaf Rama, bahwa adinda Sita dewi itoe tiada bersalah.

Hendak dibawa baginda Sita kembali poelang kenegeri, tetapi boemi itoe memboekakan dirinja laloe Sita poen lanjaplah kedalamnja.

Kitab ini ditambah orang, boekan kitab asli.

Dalam hikajat Hindoe dioetamakan pendjelmaan dewa Wisjnoe sebagai Rama dan maksoed toeroen Wisjnoe kedoenia ini ialah memboenoeh Rawana, sebab baginda melarikan Sita.

Dalam tjerita Djawa Serat Rama, Rawana melarikan Sita dan peperangan antara Rama dan Rawana inilah jang dioetamakan.

Wajang koelit melakonkan hikajat Ramajana ini djoega.

Bersambung.

(40)

Ken Miryam Vivekananda Fadlil Ken Miryam Vivekananda Fadlil adalah mantan pengajar di Program Studi Indonesia Fakultas Ilmu Kebudayaan Universitas Indonesia. Kini, pemerhati kearifan lokal untuk pendidikan anak usia dini ini menjadi staf redaksi LenteraTimur.com di Jakarta sekaligus ketua divisi pendidikan Perkumpulan Lentera Timur.

Comments with Facebook

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *