Home Sastra Syair Tengku Ryo
2

Syair Tengku Ryo

25
2
Tengku Ryo Riezqan.

 

Wahai Anakku

Wahai anakku…
Engkau adalah hadiah terindah yang pernah dianugerahkan kepadaku
Menjadi semangat dalam setiap langkahku

Wahai anakku…
Sinar permata yang tak pernah padam dalam hati dan jiwaku
Karena terkadang aku dalam kegelapan yang menyesatkan
Kau tunjukan aku jalan pulang karena rindu bukan dendam

Anakku…
Aku tahu engkau belum paham apapun yang aku perjuangkan
Tapi jika tiba saatnya nanti kau akan jua memahami

Tiada kebahagian jika hilang tempat pulang
Tiada kebanggaan jika pupus ingatan akan asal kita
Seperti daun mati yang terombang ambing di lautan tiada arah dan tujuan

Jangan engkau biarkan teluk belanga dan peci hitam itu hanya menjadi santapan rayap
Ambilah baju kurung dan kerudung itu menjadi dirimu
Jangan malu berkata engkau Melayu, wahai anakku

Zaman memang tak selamanya indah
Dahulu bunga tanjung dan melur semerbak harum tercium kemanapun kita pergi
Sekarang hanya bau dera dan tipu daya
Kitapun tak bisa bersenda gurau lagi di tanah kita sendiri

Lihatlah bunga-bunga itu layu dan hampir mati
Dan binatang-binatang menggerogoti akarnya tiada puas
Langitpun telah lupa mengembalikan air yang telah dihisapnya turun menjadi hujan
Agar bunga-bunga itu kembali bersemi

Biarlah kerinduanmu menjadi doa untukku
Di saat aku mendaki gunung dan menembus gua-gua gela
Disaat aku mencari kaki langit dan menyelami samudera

Kubawa kerinduanmu sebagai hadiah kepada langit dan bumi
Agar ia mau menurunkan setetes hujan dan menumbuhkan biji-biji pohon itu
Hingga kau bisa berlari-lari di padang hijau dan subur
Dan tulangmu tak akan patah jika kau terjerembab jatuh

Kuceritakan tangismu itu kepada laut dan samudera
Hingga ikan-ikan akan kembali datang menghiburmu
Dan awanpun akan menari saat melihat senyum dan tawamu terbit
Seperti matahari di ufuk timur

Kuminta kepada angin untuk bertiup ke arahmu
Hingga kau bisa menghirup hawa segar
Dan kau bisa menaikkan layang-layangmu itu setinggi-tingginya
Serta burung-burung dara lekas membawa berita ke hadapanmu

Jika saat itu datang, wahai anakku…
Sambutlah dengan suka cita dan menarilah dengan zapin dan joget
Karena begitulah kami dan orang-orang sebelum kamu menyambut kegembiraan
Tidurlah dalam senandung dan pantun karena begitulah kami dibuaikan dulu ke peraduan

Jika saat itu datang wahai anakku…
Syukuri dan jagalah semua karunia itu dengan jiwa dan ragamu
Berjanjilah kepada Tuhan bahwa semua itu tak kau biarkan lagi
Terampas darimu dan orang orang sesudahmu nanti

Untuk semua itu, wahai putera puteriku…
Aku berjuang dengan ikhlas jiwa dan raga
Darah dan air mata tiada kukira dan tiada kan kusesal
Karena ingin kunikmati saat engkau bertepuk dada di atas tanahmu dan berkata
“Inilah tanah Melayu dan aku Melayu”

 

(25)

Tengku Ryo Riezqan Tengku Ryo Riezqan adalah musisi sekaligus aktivis budaya yang dilahirkan di Medan, Sumatera Utara, pada 26 September. Karena aktivitasnya, ia memperoleh gelar adat Tengku Merdangga Diraja Kesultanan Negeri Serdang.

Comments with Facebook

Comment(2)

  1. Aku ini anak Sumatera yang lama merantau di tanah Jawa.

    Terharu membaca sajak ini. Dan aku berpikir tentang semangat Sumatera ketimbang sekedar semangat Melayu. Bagaimana?

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  2. Aku terharu membaca sajak ini.
    Sampai bila adat resam& bahasa mampu berakar umbi di diri anak cucu Melayu. Memang saatnya menumbuhkan bangga bahwa Inilah tanah Melayu & aku Melayu!
    Terimakasih T Ryo

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *