Home Featured “Perbedaan antara Federalis dan Unitaris”
2

“Perbedaan antara Federalis dan Unitaris”

2.16K
2
Suratkabar Pandji Ra’jat yang terbit pada 1 Juni 1948. Sumber: Netherlands Institute for War Documentation (Institute for War, Holocaust and Genocide Studies).

27 Desember adalah hari yang teramat penting bagi Indonesia. Di tanggal itu, pada 1949, banyak negeri berkumpul dan bersatu untuk membentuk sebuah negara yang amat besar, yang bernama Republik Indonesia Serikat. Di tanggal itu, melalui Konferensi Meja Bundar, tiga pihak duduk berunding.

Tiga pihak itu adalah Negara Kerajaan Belanda, Perhimpunan untuk Permusyawaratan Federal (BFO) yang terdiri dari sejumlah negara dan daerah otonom, dan Negara Republik Indonesia (NRI). Di sini, dua pihak menyerahkan kedaulatannya kepada Republik Indonesia Serikat, yakni Kerajaan Belanda dan Negara Republik Indonesia.

Mencapai persatuan di antara negeri-negeri di kawasan yang disebut Indonesia ini bukan sesuatu yang mudah. Persatuan itu diperoleh melalui serangkaian perang dan perundingan yang terjadi di masa-masa sebelum Desember 1949.

Banyak media di banyak wilayah mencatat proses perjalanan pembentukan negara ini. Salah satunya adalah Pandji Ra’jat. Pandji Ra’jat adalah suratkabar yang terbit pertama kali pada 15 November 1945. Mula-mula, suratkabar yang beralamat di Jalan Gambir No. 9, Jakarta, ini terbit sekali dalam sepekan, yakni Kamis. Namun, di kemudian hari, suratkabar ini dapat terbit tiap Selasa dan Jumat.

Dalam salah satu terbitannya, 1 Juni 1948, Pandji Ra’jat menaikkan sebuah tulisan di halaman dua berjudul “Perbedaan Antara Federalis dan Unitaris”. Kedua kutub ini memang mewarnai perjalanan pembentukan dan keberlangsungan Indonesia. Melalui penulisnya, Budiman, kedua kutub itu juga dibaca sebagai kutub persatuan dan kutub kesatuan. Dan tulisan yang dia buat ini, yang diperoleh dari Netherlands Institute for War Documentation (Institute for War, Holocaust and Genocide Studies), mengisahkan tentang suatu muktamar yang digelar di Bandung. Muktamar yang dimaksud adalah Konferensi Federal, biasa diketahui sebagai Mukatamar Bandung, yang ketika itu diketuai oleh Raden Adil Poeradiredja dari Pasundan.

Isi tulisan di Pandji Ra’jat ini ditampilkan seutuhnya tanpa mengubah ejaan di masa itu.

 

PANDJI RA’JAT
01 Juni 1948

Perbedaan antara Federalis dan Unitaris

Moe’tamar ini adalah salah soeatoe jang terpenting didalam mengedjar pantai-bahagia dari tjita-tjita kita ra’jat Indonesia seloeroehnja jaitoe kemerdekaan tanah air kita Indonesia, serta kedaulatannja dengan dasar demokrasi dan bentoek federasi jang didjalankan dengan kerdja sama dan gotong rojong antara segala golongan pendoedoek Indonesia, dengan bantoean dari pemerintah keradjaan.

Tiga belas daerah dan negara serta tiga golongan pendoedoek Indonesia jang terkenal jaitoe Belanda, Tionghoa dan Arab, toeroet serta mengirimkan ataoe mempoenjai wakil-wakilnja masing2 dalam Moe’tamar jang penting ini.

Sedjak Djepang bertekoek loetoet dan menjerah kalah kepada Negara2 Serikat, sedjak itoe poela semangat oentoek merdeka dalam tanah air sendiri tambah berkobar2 diantara kita rakjat Indonesia oentoek Indonesia! Beroepa-roepa ragam dan bermatjam2 tjorak perdjoeangan jang telah didjalankan selama 2 tahoen 9 boelan sampai hari ini, dengan toedjoean satoe jalah Indonesia merdeka dan berdaulat!

Banjak perselisihan faham dan perselisihan mana banjak mengambil korban lahir dan bathin antara sesame ra’jat Indonesia dan perdjoeangannja jang sebenarnja sama, jaitoe menoedjoe Indonesia Merdeka dan berdaulat!

Kalaoe kita menindjau kebelakang sebentar, apa jang telah terdjadi, maka garis besarnja jalah diantara ra’jat Indonesia hanja ada doea aliran  jang menoedjoe ke satoe toedjoean jang sama, jalah aliran jang “unitarist” dan aliran “federalist”, jang dengan moedah dapat diartikan dengan merdeka jaitoe aliran “kesatoean” dan aliran “persatoean”. Aliran “kesatoean” (Unitarist) menghendaki hanja satoe badan pemerintahan jang berpoesat di soeatoe tempat jang memberikan perintah dan instroeksi2nja kepada seloeroeh Indonesia, tidak memikirkan pahit, masam, pedas, manis, ataupoen tawar, haroes seloeroeh daerah di Indonesia ini menelannja dan menerimanja.

Aliran “persatoean” (federalis) menghendaki soepaja tiap2 daerah ataupoen tempat2 jang berlainan adat istiadat, cultuur dan bahasanja berdiri sendiri dan mengadakan persatoean pemerintahan, berarti bahwa tiap2 daerah ataupoen negara mengoeroes oeroesan roemah-tangganja sendiri2 tapi mengadakan “persatoean” dalam soeatoe perserikatan dimana doedoek pemerintahan poesatnja. Aliran inilah jang didjalankan oleh Negara Amerika Serikat. Jaitoe persatoean negara2 jang mengoeroes oeroesan masing2 menoeroet peratoeran masing-masing tetapi bersatoe dalam garis2 besarnja mendjadi soeatoe Negara Indonesia Serikat.

Aliran Federalis ini soedah poela disetoedjoei boekan sadja oleh mereka jang tidak setoedjoe dengan repoeblik jang sekarang berpoesat di Djokdja tetapi djoega disetoedjoei diatas kertas oleh repoeblik jang sekarang sekarang berpoesat di Djokja dalam persetoedjoean2 Linggardjati dan Renville.

Tapi sajangnja aliran jang telah disetoedjoei ini masih sadja ditjertja oleh orang2 jang tadinja kelihatan menjetoedjoei dengan menandatangani banjak persetoedjoean dan perdjandjian2.

Baiklah, hal ini tidak oesah kita bongkar lagi karena toedjoean kita, ialah “persatoean”, boekan perpetjahan, habis perkara!

Kesemoeanja, semoea fihak mengemoekakan dan menggembleng toedjoean bersatoe, berserikat dan sebagainja jang menoendjoekkan hasrat persatoean boekan perpetjahan. Akan tetapi, apa jang ternjata dalam prakteknja jalah tiap2 gerakan jang dilakoekan oleh kaoem jang ber-aliran federalis selaloe diganggoe ditjertja dan disalahkan! Kenapa, sekali lagi kenapa begitoe?

Kesemoeannja menjetoedjoei pembentoekan Negara Indonesia Serikat. Kenapa kalau disalah satoe tempat berdiri atau moentjoel soeatoe negara ataupoen daerah jang akan berdiri sendiri dalam lingkoengan NIS lantas ditoedoeh menoedjoe keperpetjahan? Baiklah, siapa djoega boleh mentjertja dan menoedoeh, akan tetapi sembojan kaoem federalisten diseloeroeh Indonesia jalah SEKALI MADJOE HAROES TETAP MADJOE, menoedjoe Indonesia Merdeka jang demokratis, federalistis dengan semangat kerdja sama dan gotong rojong antara sesame ra’jat Indonesia dengan bantoean pemerintah Keradjaan!

Kalau kita mengingatkan Moe’tamar2 di Malino, di Pangkal Pinang, di Den Pasar, serta djoega di Djawa Barat dan dilain-lain tempat telah mendjelaskan kepada kita semoea bahwa semangat federasi menggelora sampai terbentoeknja KIS (Komite Indonesia Serikat) pada tanggal 1 Desember 1946, jang disamboeng oleh dorongan KIS itoe, jalah terbentoeknja Dewan Federal Sementara pada tanggal 13 Djanoeari, jang disamboeng poela dengan terbentoeknja Pemerintah Federal Sementara pada tanggal 9 Maart 1948.

Pendek kata, selain dari kita memperingati pidato Sri ratoe pada tahoen 1942, kita melihat poela kenjataan2 jang diboektikan oleh fihak Pemerintah Keradjaan dengan selangkah-demi-selangkah memboektikan hasratnja oentoek membimbing Indonesia kedjoeroesan kemerdekaan dan kedaulatan dengan dasar demokrasi dan bentoek federasi!

Saudara-saudara setanah air diseloeroeh Indonesia!

Sebagai penoetoep kata, disini kami njatakan kegembiraan kami, bahwa besok-pagi, Moe’tamar Kaoem Federalisten akan diboeka! Dan moelai besoklah, segala sesoeatoe akan diperbintjangkan dengan seksama dan bersama-sama antara wakil2 dari seloeroeh negara dan daerah dimana soedah ada semangat federalisten berkobar-kobar, goena mempertjepat pembentoekan N.I.S. jang merdeka, berdaulat, demokratis, aman ma’moer dan terhormat adanja! Kita semoea sama mengetahoei bahwa ra’jat menoenggoe-noenggoe kenjataan pembentoekan N.I.S. jang merdeka dan berdaoelat itoe. Maka moelai besok-harilah kaoem federalisten akan beremboek, bermoesjawarat dengan seksama goena kepentingan noesa dan bangsa!

Pengharapan kita bersama, jalah moedah-moedahan Moe’tamar ini akan menghasilkan soatoe hasil jang baik bagi noesa dan bangsa, agar soepaja tertjiptalah segala sesoatoe jang kita sama kehendaki jaitoe pembentoekan NIS jang merdeka, berdaulat dan demokratis! Kita sama mengharapkan berdirinja Negara kita jang aman dan ma’moer serta berdasarkan keadilan bagi seloeroeh ra’jat Indonesia adanja!

Kepada para wakil2 ra’jat dalam Moe’tamar Federasi ini, kami seroekan soepaja: SEKALI MADJOE, HAROES TETAP MADJOE!

Boediman.

(2158)

Fajar Riadi Fajar Riadi lahir di Madiun, Jawa Timur. Kini dia bekerja sebagai staf redaksi di LenteraTimur.com.

Comments with Facebook

Comment(2)

  1. #gedubrak…
    Lagi-lagi perjalanan sejarah kena tipu-tipu di negara #matigaya..
    Salam 1Borneo.

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  2. jadi mereka mencontohkan amerika serikat sebagai contoh federasi.

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *