Home Featured Malam Satu Suro
0

Malam Satu Suro

188
0

Tanggal 14 November 2012 merupakan tahun baru dalam penanggalan Jawa, yang berpaut pada tahun baru Islam 1434 Hijriah. Satu Muharam dalam kalender Hijriah sama dengan satu Suro dalam kalender Jawa. Berbeda dengan kalender Masehi, pergantian tahun Islam ini ditandai oleh terbenamnya matahari.

Dalam menyambut tahun baru tersebut, masyarakat Jawa memiliki cara tersendiri untuk merayakannya, dalam bentuk ritual, yang di tiap daerahnya berbeda-beda. Di Yogyakarta, malam satu Suro dilakukan dengan mengadakan ritual ‘Mubeng Beteng Keraton’ atau berjalan tanpa bicara mengelilingi Keraton Yogyakarta. Warga Yogya dan abdi dalem berjalan bersama-sama dengan mengambil rute mulai dari Tugu dan berakhir di Keraton Yogyakarta. Ritual ini dimaksudkan untuk meminta keselamatan bagi semua rakyat Yogyakarta, yang terdengar dari doa yang dipanjatkan abdi dalem sebelum melakukan ritual.

Saat acara, bau dupa dan kemenyan begitu menusuk hidung. Asapnya menyebar kemana-mana. Selesai ritual, warga berkumpul di depan keraton untuk berebut hasil alam yang ikut diarak mengelilingi keraton. Tetapi, hasil alam yang berbentuk gunung/tumpeng tersebut didoakan terlebih dahulu agar mendapat berkah. Menurut kepercayaan masyarakat setempat, hasil alam tersebut dapat memberikan berkah dan keselamatan.

Sebelum acara ini dimulai, cuaca tidak begitu baik. Angin kencang, petir, dan hujan sempat mengancam kelancaran acara. Namun, sesaat sebelum acara dimulai, suasana berubah menjadi teduh, hanya tinggal gerimis saja, yang semakin lama semakin berubah takat langit kembali cerah.

 

(188)

Rizky Januar Rizky Januar lahir di Padang, Sumatera Barat. Kini ia menjadi mahasiswa Fotografi di Institut Seni Indonesia, Yogyakarta.

Comments with Facebook

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *