Home Featured Ngaben Massal di Bali

Ngaben Massal di Bali

25
0

Juli adalah waktu yang tepat bagi penanggalan umat Hindu di Bali untuk melakukan upacara ngaben. Di musim panas, upacara ini serentak dilangsungkan di sebagian besar desa-desa di seluruh Bali. Termasuk Desa Kusamba yang berada di Kabupaten Klungkung, yang terkenal sebagai desa nelayan dan pembuatan garam tradisionalnya.

Pada 27-28 Juli 2012, Kusamba mengadakan upacara yang tergolong besar, yaitu Ngaben Massal. Upacara ini diikuti oleh sekitar 70 keluarga dengan 90 Sawa (jenasah yang diangkat dari kubur), dan biasanya dilakukan kurang dari lima tahun sekali. Lamanya rentang waktu ini dikarenakan ia membutuhkan biaya yang besar dan persiapan yang matang.

Kebersamaan dan kekeluargaan dari sanak saudara yang dekat maupun jauh sangat terasa dalam menyelesaikan runtutan upacara ini. Sepanjang hari, warna warni dan bau harum wewangian serta kabut asap dupa menyelimuti rumah-rumah yang ada di desa. Nuansa ini diperkuat dengan alunan musik tradisional Bali dan suara deburan ombak di pesisir.

Ngaben.

Terik matahari tak membuat suasana khusuk dan semangat menjadi terusik. Ada tanggungjawab terhadap leluhur yang jasadnya akan dibakar dalam api suci. Ada banyak macam yang dibuat untuk menemani arwah menuju alam nirwana, sebut saja lembu (simbol yang dibuat berbentuk sapi), gajah mina (ikan berkepala gajah), singa, dan bentuk sederhana lain. Mantra suci dan doa dari semua umat mengiringi perjalanan para leluhur yang meninggalkan dunia.

Sisa pembakaran kemudian menjadi abu suci yang disusun kembali dalam wadah kain yang ditaruh dalam guci kecil. Dan matahari pun mulai meredupkan sinarnya, mengantarkan perjalanan umat menuju pantai Segara, pantai suci yang biasanya menjadi tempat upacara terakhir, yakni ‘menganyut’ (menghanyut),  menenggelamkan abu suci ke tengah laut dengan menggunakan perahu kecil (jukung).

Berakhirnya upacara Ngaben menjadikan alam dan isinya selalu dalam keadaan damai.

(25)

I Putu Gede Pageh U I Putu Gede Pageh U adalah pemuda Bali yang kini menjadi mahasiswa di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta.

Comments with Facebook

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *