Home Featured Merapi Setelah Gempa
0

Merapi Setelah Gempa

126
0

Meletusnya Gunung Merapi di Yogyakarta pada 2010 lalu hingga kini masih menimbulkan bekas di sekitar kaki gunungnya. Kaki gunung yang dahulu subur dan hijau, kini menjadi tandus dan kering. Bebatuan menutupi kaki gunung tersebut.

Amuk gunung kala itu banyak memakan korban jiwa dan memusnahkan perkampungan penduduk. Akan tetapi, di sisi lain, ada juga pengaruh positif letusan tersebut terhadap perkembangan wisata di sekitar daerah kaki gunung. Saat menginjakkan kaki di kaki Gunung Merapi, kita seolah-olah berada di dua alam yang berbeda; tanah tandus di sekitar Merapi dan hijaunya alam di pegunungan Merbabu. Di sini, pada Juli 2012, menjelang pukul 12.00 WIB, hawa pegunungan masih terasa sejuk dan segar.

Masyarakat memanfaatkan kondisi ini dengan berjualan makanan, pernak-pernik, menyewakan mobil jip dan motor trail kepada turis lokal maupun asing, juga rumah singgah atau penginapan. Kalau kita berangkat dari Kota Yogyakarta menuju kaki Gunung Merapi, waktu tempuh mencapai sekitar dua jam.

Terkadang, di sela bebatuan, timbul luapan gas belerang yang panas, yang mengingatkan kita kepada awan panas yang telah menghancurkan kehidupan di sekitar Merapi. Semakin mendekat ke kaki gunung, kita akan dihadang oleh jurang besar dan dalam, yaitu sebuah patahan lapisan tanah akibat gempa saat Merapi meletus. Jurang itu memaksa kita untuk berhenti sampai di tepinya saja, memaksa kita untuk duduk dan beristirahat menikmati eloknya alam Merapi.

(126)

Rizky Januar Rizky Januar lahir di Padang, Sumatera Barat. Kini ia menjadi mahasiswa Fotografi di Institut Seni Indonesia, Yogyakarta.

Comments with Facebook

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *