Home Sastra Sajak-Sajak Irwanto
0

Sajak-Sajak Irwanto

25
0
Irwanto

Orang-Orang Minyak

aku beradat menjadi orang minyak
di kampungku terhampar pemandianku
jika aku tersesat di hutan pun di rimba raya kiri dan kananku
semua itu adalah bedak dan lantaiku

berkat kerja keras musim panen tahun nanti
hitam ini adalah keniscayaan
yang mesti kuparut di batang-batang kayu tunggul batu
aku pernah terkubur ratusan tahun
menatap tumbuh Candi Muara Takus
menyusunnya satu persatu menjadi almanak bisu

di segala simpang ini, tiap lekuk, ceruk, dan muara tak dikenal lagi
kupendam segala peta, ku ingin keluar dari rimba tajuk segala hala
berpanggul keterasingan, kini engkau berkabar tentang sesosok pondok cinta

sudah bertahun-tahun lamanya ku ikut denganmu
akhirnya aku keluar dari persembunyian ini
inilah saatnya ku akan membuat huru hara di kampungku sendiri,
selama ini sudah letih kumenunggu saat-saat yang tepat  menjadi buah bibir orang
tubuh ku masih berlinyang dan legam berkat bertapa di bekas bekas lubang harimau
kini tenggorokanku ingin mengaum, sekuat harimau sumatera terakhir

 

 

Di Langgar Terubuk

aku menunggu kedatanganmu
menyabuk angin di penjuru perjumpaan perjumpaan
pendurhakaan ini sesaat menyulam buih bukau
di rempuhan badai sepurnama hasrat
biarlah aku berumah di bukit batu
diiringi sepasukan zapin
patah patah menikam pulau pulau
dan bersimpai langkah malu malu
dari kempunan telur telur mu yang terakhir

aku pun terus menghala di pelantar paling timur
ku curi sajak sajak idrus tintin
kulayangkan ia di anjung anjung
di tambur limbung di lanun waktu

lalu ku sulut api dapur mak kita
menyalai alun gelombang gelombang
berbungkus daun keladi
bertali parut helai pucuk paku
berisi taman taman musim
berkendi lebam marawis yang bertalu-talu
di lindungan kajang yang berlipat siku

 

2012/Selatpanjang

 

 

Zapin dan Lelaki Nol

beberapa detik yang lalu kebekuan ini telah usai
mari kita serentak membawa tumbuh batu
engkau lelaki cadangan yang menari
di putaran zafana menekuk mata sekandang siku
puan..!
berlarilah paling timur.

 

2012/Pekanbaru

 

 

Sajak Bisu

bisakah engkau membisukan laut
agar riak riak alun gelombang ini tak mendengar kedatangan ku kali ini
beberapa detik yang lalu, wajah ku telah bersempadan dengan tepian pantai
dan saat itu juga kakiku ini berlari lari kecil menuju pasang surut syarat Mu

 

2010/Tanjungbatu

 

 

Tajuk Serentang Hala

Sepasukan gelombang gelombang mengantarkan ganjil menyudut di sepangkalan rimba, sejak belanak, cucut dan todak jatuh ke tanah, masa lalu berputik tulang
lenyaplah dan kita lupa menuliskannya menjadi sajak sajak, pegon tua ini pun melepaskan huruf-hurufnya sendiri, dan nasib sekujur tubuhmu gundul bersama cericit musim panen dan lukis batu

 

19 Maret 2012/Tanjungpinang

 

 

Muara Karat

: Sajak untuk saudaraku Firdaus  bin Abdul Mu’in di Selat Lalang

Sejak pagi lagi hanyut ini berisi besi tua yang berkarat lendir muara
satu persatu anak musim pun menidurkan sepasukan lukah lukah
masih dapatkah aku bermimpi
memancung surut dan pasang tak kenal muka
lampu lampu telah mengernyitkan cahaya
se-silau selais, pantau, baung, dan udang galah.
igaulah aku di tombak di kurung waktu
padahal engkau sudah pun berpetang bertampar di Selat Malaka.

 

Depok, 2012

 

 

Tajuk

Aku berpacu hanyut pulang pergi ke Leiden dan bertemu aib di Formosa
Palmeral pun menjadi tukang timbo yang membuang Laut
sesekali menguras dangkal pasifik kita
bermimpi Venesia yang timur
hingga berganti dayung di arung sayang
kemudi kemudi pun dijemput di arak musim
lantas, kapan kau tulis janji kita setinggi bukit batu.

 

10 Februari 2012/Tanjungpinang

 

 

Menakik Hidu

sambil menganyam secangkir kopi
ku ajak pak belalang datang
menghirup sampai mengadu kampung
pada zuriat yang menggali laut
menepuk nepuk buih berkecipak pantai
di sudut benua selat ini surga terkepung
menjadi berbait rima yang tak tentu hala

 

2011

(25)

Irwanto Irwanto lahir di Tanjung Batu, Kundur, Kepulauan Riau, 5 Januari 1982. Karya-karyanya diterbitkan di berbagai media di Kepulauan Riau dan Riau, seperti Batam Pos, Haluan Kepri, Pekanbaru Pos, dan majalah kebudayaan Sagang Riau. Karyanya juga dibukukan dalam Antologi Sajak 64 Penyair, dan Sayap-Sayap Bening.

Comments with Facebook

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *