Home Featured “Surat Cinta untuk Sang Prada”, Sang Juara South to South Film Festival 2012

“Surat Cinta untuk Sang Prada”, Sang Juara South to South Film Festival 2012

15
0

Dari kesunyian Kampung Bupul, Papua, 21 November 2011, surat itu ditulis. Di surat itu, rindu kepada Sang Prada meruak pada tiap baris kata. Ini sama sekali bukan pelengkap sebuah kisah sinetron, santapan sehari-hari penikmat siaran televisi lokal bersiaran nasional di Indonesia. Di tanah perbatasan indonesia dan Papua Nugini, drama ini nyata adanya.

Maria ‘Eti’ Goreti Mekiw menulis surat ini untuk Samsul Bacharudin, prajurit Tentara Nasional Indonesia, ayah dari putri kecilnya, yang kini entah dimana rimbanya. Samsul meninggalkan Eti tanpa pesan setelah Eti mengabarkan kehamilannya. Adalah Wenda Maria Imakulatas Tokomonowir, yang kemudian mendaulat surat tersebut sebagai ruh dari film dokumenter besutannya, “Surat Cinta untuk Sang Prada”.

Dewan Juri kompetisi dokumenter South to South (StoS) Film Festival Award IV cukup jeli. Pada malam penganugerahan dan penutupan South to South (StoS), Minggu (26/2), di Goethe Haus, Jakarta, film berdurasi 6 menit 55 detik ini mereka putuskan sebagai film kompetisi dokumenter terbaik.

“Surat Cinta untuk Sang Prada” karya Wenda Maria Imakulatas Tokomonowir.

Juri yang terdiri dari Arief Ash Shiddiq, Darwin Nugraha, dan Nanang Sujana menyatakan bahwa film ini layak menjadi film kompetisi dokumenter terbaik karena film tersebut berfokus pada permasalahan yang disampaikan, dipaparkan secara sederhana namun mampu membawa layer-layer persoalan di balik peristiwa yang ada dalam film ini.

Dari keterangan yang tertulis di penutup film, penyaksi film ini akan tahu bahwa Eti bisa jadi tidak sendirian.  Melalui situs www.engagemedia.org, LenteraTV menayangkan kembali film yang diproduksi untuk project Papuan Voices (kolaborasi antara Engage Media, JPIC MSC, dan Kunang-Kunang Media) ini agar dapat disaksikan dan disebarkan bersama.

http://www.engagemedia.org/Members/papuanvoicesmerauke/videos/surat_sang_prada

(15)

Ken Miryam Vivekananda Fadlil Ken Miryam Vivekananda Fadlil adalah mantan pengajar di Program Studi Indonesia Fakultas Ilmu Kebudayaan Universitas Indonesia. Kini, pemerhati kearifan lokal untuk pendidikan anak usia dini ini menjadi staf redaksi LenteraTimur.com di Jakarta sekaligus ketua divisi pendidikan Perkumpulan Lentera Timur.

Comments with Facebook

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *