Home Lentera Timur Channel Titah Sultan Siak untuk Indonesia
3

Titah Sultan Siak untuk Indonesia

37
3

Datuk Meiko Sofyan dari Siak Sri Inderapura, Riau, mengungkapkan sebuah analogi tentang keindonesiaan. Baginya, Indonesia adalah anak dan ibunya adalah negara-negara lama berbentuk kerajaan.

Dalam pemaparannya, Meiko mengatakan bahwa ada janji Sukarno untuk menjadikan Kesultanan Siak Sri Inderapura sebagai daerah istimewa. Status tersebut diberikan karena perjuangan kesultanan untuk turut mendirikan republik. Namun, pada kenyataannya itu tak terjadi. Alih-alih istimewa, wilayah inti Siak Sri Inderapura justru sempat dijadikan kecamatan.

Lebih lanjut, diungkapkan pula bahwa proses pengintegrasian antara Kesultanan Siak Sri Inderapura dengan Indonesia memiliki ketentuan. Ketentuan tersebut adalah penggabungan pemerintahannya saja, dan bukan tanah, air, dan minyaknya.

Namun, seiring perjalanan waktu, kualitas kehidupan di Siak Sri Inderapura merosot. Kekayaan manusia bumi Siak, yang dilindungi dalam konstitusi Siak, dibuka oleh Indonesia dan lantas dikeruk oleh orang-orang asing.

Datuk Meiko Sofyan. Foto: Redaksi.

Dalam kerangka analogi ibu dan anak tadi, ia mengibaratkan sang anak, Indonesia, seringkali bermain dengan narkotika dengan tamu-tamunya. Sedangkan sang ibu dikunci rapat-rapat di dalam kamar gelap.

Meiko mengungkapkan pemikirannya dalam Dialog Pemuda Nasional bertema “Menyoal Identitas Kebudayaan Indonesia”. Ia menjadi pembicara kedua dalam sesi dua di acara yang digelar pada 20 Mei 2010 di Gedung Joang 45, Jalan Menteng Nomor 31, Jakarta Pusat.

Dalam dialog tersebut, hadir sepuluh pemuda dari sepuluh kawasan di Indonesia. Mereka datang dari Aceh, Riau, Sunda, Jawa, Bali, Kalimantan Barat, Buton, Makassar, Ternate, dan Papua.

(37)

Redaksi Redaksi LenteraTimur.com

Comments with Facebook

Comment(3)

  1. Indonesia tidak dapat dipaksakan menjadi negara Republik seperti sekarang ini, sebab Indonesia lahir dari daerah-daerah Kesultanan yang dibangun dan diperjuangkan oleh para pendirinya dengan darah, harta, air mata,doa dan nyawa setiap jengkal tanahnya. Jadi bukan merupakan tanah yang tidak bertuan seperti Amerika dan Australia, maka sampai kapanpun tidak bakal direstui oleh arwah para Sultannya, apalagi ternyata tanah milik moyangnya hanya dinikmati oleh yang bukan rakyat yang dititahkannya. Olehnya saran saya agar Negara Indonesia dikembalikan kepada para ahli waris sultanya dan disatukan kembali dalam bentuk negara Serikat sehingga akan berganti nama Indonesia Serikat ( USI ) dgn tetap mempertahankan PANCASILA sebagai Dasar Negara dan Motto ke Bhineka Tunggal Ika.annya. Apa saran ini berarti nasionalisme saya diragukan. Demi Tuhan Nasionalisme saya adalah Mencintai dan mengakui Indonesia dengan segala keberagamannya sekaligus menaruh harapan sekaligus berupaya memperjuangkannya menjadi negara yang maju, mandiri kokoh kuat, damai dan sejahtera dan bukan seperti sekarang ini yang hanya banyak menyandang gelar “BANYAK ” Banyak Hutang LN, banyak Korupsi, banyak Tauran, banyak Teroris, Banyak TKI bermasalah, Banyak pelanggaran Hukum, banyak partai, banyak politisi, banyak dilecehkan negara lain, banyak korban narkoba, banyak Pungli dan masih banyak lagi. Sadarilah…. sadarilah…..hai saudaraku sebangsa……… Tks.

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  2. Saya sebagai orang Batak sependapat bahwa sudah seharusnya marwah kesultanan ini diberi tempat yang khusus dari segi nilai budaya dan kehormatan dengan cara yang konkrit berupa pembangunan ekonominya.

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  3. Apa sih yg diharapkan dengan keistimewaan wilayah, jika hanya dinikmati oleh segelintir orang (bangsawan??), di Yogya yg sejahtera baru para keluarga raja sedangkan rakyatnya beda jauh. Aceh jd daerah istimewa, itupun baru dinikmati kalangan elitnya saja, apalagi Papua, jauh panggang dari api.

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: +1 (from 3 votes)

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *