Home Featured Sebret Kasep, Tradisi Memuliakan Si Ujang
1

Sebret Kasep, Tradisi Memuliakan Si Ujang

55
1

Telinga seorang Sunda yang tinggal di Kampung Budaya Sindangbarang, Desa Pasir Eurih, Kecamatan Tamansari, Bogor, Jawa Barat, lebih akrab dengan istilah sebret kasep atau sawer sudat dibandingkan ‘sunatan masal’. Sebagai pewaris tradisi, warga Sindangbarang rutin menggelar ritual ini dari tahun ke tahun sebagai salah satu rangkaian pelengkap Upacara Seren Taun Guru Bumi; upacara perayaan panen raya adat sebagai bentuk syukur warga Sunda kepada Penciptanya.

Pagi itu (19/1), alun-alun Kampung Budaya Sindangbarang disemarakkan dengan 25 bocah lelaki berbaju putih yang duduk sendiri-sendiri di atas jampana (tandu kayu) yang berwarna-warni. Seorang ustadz dan pupuhu (ketua adat) nampak merapal doa di hadapan mereka. Setelah doa dipanjatkan, ketua adat memberi restu pada Si Ujang (panggilan untuk anak lelaki dalam bahasa Sunda) dengan cara menyawer (menebar) kunyit, beras merah, dan panglay (sejenis dedaunan). Dari kegiatan menyawer inilah kemudian lahir istilah sawer sudat, yang bermakna ‘menyawer yang akan disunat’. Jampanajampana tersebut kemudian dipikul oleh para orangtua dan sanak saudara sang bocah. Mereka bergerak menyusuri jalanan kampung sambil diiringi irama, reog, calung, gendang, dan terompet khas Sunda.

Keesokan harinya, anak-anak tersebut dikumpulkan di Bale Pangriungan untuk puncak acara yang dalam istilah sundanya disebut sebret kasep. Sebret kasep berarti ‘disunat agar rupawan’. Pemberian istilah ini bertujuan untuk membesarkan hati si anak agar selalu berpikiran positif menghadapi proses sunat. Bocah-bocah cilik itu kemudian satu per satu  masuk ke bilik yang disediakan. Terdengar jeritan kesakitan dan isak tangis yang pecah yang berganti-ganti dari dalam bilik tersebut. Setiap bocah  yang keluar dari bilik mendapat hadiah lagi berupa uang tunai dan ayam kampung yang sudah disembelih bersamaan pada saat sang anak melewati prosesi sunat.

Semua ini menyiratkan pesan bahwa jika si kecil kelak mampu merawat dan mengelola bumi dengan baik, maka hasilnya akan melimpah hingga dapat menghidupi hewan ternak yang dapat difungsikan sebagai sumber pangan jua. Inilah perlambang keberlanjutannya budaya tani yang akan diteruskan oleh anak-anak yang akan beranjak dewasa. Ritual ini juga dipercaya dapat membersihkan jiwa-jiwa muda tersebut.

(55)

Feri Latief Fotografer lepas, berdomisili di Jakarta. Ia lulusan terbaik World Press Photo Courses 2004-2005. Ia juga kontributor foto pada National Geographic Indonesia, Reuters, dan beberapa media lain.

Comments with Facebook

Comment(1)

  1. dapat mempertahankan tradisi memiliki kenangan indah dan abadi bagi anak2 jika tlh dewasa. saya suka ini.

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *