Home Lancong Kaldu Kokot dari Pulau Karapan Sapi
0

Kaldu Kokot dari Pulau Karapan Sapi

232
0
Kaldu kokot. Foto-foto: Dewi Suspaningrum.

Ada kebanggaan menyergap saat menggapai Pulau Madura dengan melintasi kokohnya jembatan Suramadu. Jembatan yang menghubungkan Pulau Madura dengan Kota Surabaya, dimana Suramadu memang merupakan akronim dari Surabaya-Madura, diharapkan dapat menjadi media pelancar denyut ekonomi wilayah Jawa Timur.

Perjalanan panjang melintasi jembatan yang ekstra panjang ini membuat perut saya keroncongan di siang hari. Sesampainya di Pulau Karapan Sapi, Madura, segera saya mencari makanan khas yang menjadi favorit warga: kaldu kokot.

Kaldu kokot alias kaldu kikil ini sebenarnya adalah sop kikil dan kaki sapi. Ia disebut sop karena kuliner satu ini masuk dalam kategori masakan yang memiliki kuah. Sebenarnya, kaldu kokot lebih menyerupai gulai atau rawon. Bedanya, kaldu kokot biasa ditambahkan dengan potongan kikil atau kulit dan tulang kaki sapi.

Saat suapan pertama, rasa kikil yang menyapa lidah terasa sangat empuk. Kikil bercampur dengan potongan sisa-sisa daging yang menempel di tulang. Hal ini sungguh berbeda dari kikil yang biasa saya nikmati. Kikil kali ini jauh dari tekstur kenyal atau alot. Karena kelembutannya, saya tak perlu repot-repot mengunyahnya. Cukup rasakan kelembutan kikil itu melebur dengan bumbu kaldu di lidah, lalu kikil tersebut pun terhantar ke dalam perut hanya dengan sekali telan.

Rasa kaldu yang kental dengan campuran kacang hijau dan bawang goreng menambah citarasa kaldu kokot ini. Para penikmatnya dijamin bernafsu untuk segera menghabiskan semangkuk kaldu khas ini bersama potongan ketupat atau nasi hangat.

Kelezatan kaldu kokot menjadi berlipat-lipat saat merasakan sensasi menyedot sum-sum yang bersembunyi di dalam tulang. Bagi para penikmat pedas, menambahkan sambel hijau yang super pedas juga akan membuat rasa santapan ini menjadi kian melenakan.

Untuk dapat membuktikan kenikmatan kaldu kokot ini, sambangilah Warung Kaldu ANDA di Jalan Pintu Gerbang Nomor 46, Pamekasan, Madura. Warung yang kini dikelola oleh Ibu Hanna dan anaknya Fatimah ini merupakan generasi anak dan cucu yang meneruskan usaha sang nenek. Dan karenanya, resep kaldu kokot tetap terjaga secara turun temurun.

Warung Anda atau yang biasa disebut Warung Kaldu Pintu Gerbang.

Warung kaldu yang lebih akrab disebut dengan Warung Kaldu Pintu Gerbang ini merupakan warung yang sudah dikenal sejak tiga puluh tahun lalu. Sebelum 1990, ia sempat berpindah-pindah lokasi.

Warung kaldu ini bisa dikunjungi sejak pagi, sekitar pukul 09.00 WIB hingga sore menjelang pukul 17.00 WIB. Saat puasa atau lebaran, warung ini tutup untuk memberikan kesempatan beristirahat bagi para karyawannya yang mau pulang kampung.

Dalam sehari, warung kaldu kokot menyediakan ratusan porsi yang menghabiskan dua puluh kilogram beras untuk nasi dan ketupat. Selain itu, dua kilogram kacang hijau dan lima puluh kaki sapi pun selalu habis setiap hari. Ini bukti bahwa warung seluas 5 x 5 meter ini memang menjadi favorit warga Pamekasan dan para pendatang yang melintas di pulau ini.

Untuk kualitas rasa yang dijamin dari semangkok kaldu kokot, harga yang dipatok rasanya cukup pas, hanya Rp. 20 ribu per porsi. Satu porsi kaldu kokot disajikan lengkap dengan nasi atau potongan ketupat. Semua sesuai pesanan dan keinginan konsumen. Sebagai pelengkap, perkedel ubi, kerupuk, lorji, atau kacang mete hadir sebagai pilihan.

Pasangan minuman yang serasi untuk disandingkan dengan kaldu kokot adalah jus buah atau es jeruk nipis. Santapan gurih semangkuk kaldu kokot dan minuman bercitarasa segar memang pasangan yang klop dan komplet untuk bekal menjalani terik hari di kota celurit di pulau karapan sapi ini.

(232)

Dewi Suspaningrum Dewi Suspaningrum adalah jurnalis yang bekerja di stasiun Metro TV, Jakarta, dan berkutat di feature dan dokumenter televisi.

Comments with Facebook

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *