Home Featured Polisi Manggarai Dinilai Seperti Satpam Perusahaan

Polisi Manggarai Dinilai Seperti Satpam Perusahaan

25
0
Aksi pemagaran lokasi tambang PT. Arumbai Mangabekti oleh masyarakat adat Serise, Kecamatan Lambaleda, Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Foto-foto: JPIC-OFM Indonesia.

Aktivis yang melakukan pendampingan terhadap masyarakat adat Serise, Nusa Tenggara Timur, mengecam tindakan Kepolisian Resor Manggarai. Polisi dinilai lebih pro pada kepentingan modal ketimbang masyarakat adat Serise.

Kepolisian Resor Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Jumat (3/11), membongkar blokade pagar yang telah dipancang oleh masyarakat adat Serise, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur. Tindakan polisi yang dipimpin oleh Kepala Kepolisian Resor Manggarai ini sebelumnya didahului dengan penangkapan tetua adat Serise, Sipri Amon, dan dua aktivis Justice Peace and Integrity of Creation Ordo Fratrum Minorum (JPIC-OFM), Emil Suwandi dan Marianus Kisman.

Menurut Direktur Justice, Peace, and Integrity of Creation-Ordo Frantrum Minorum (JPIC-OFM), Peter C. Aman, Jumat (3/11), pembongkaran yang dilakukan polisi tersebut dimaksudkan untuk membuka kembali jalur transportasi agar hasil tambang berupa mangan sebanyak 20 ribu ton dapat dikirim ke luar negeri melalui kapal laut. Selama blokade dilakukan, mangan mentah ditumpuk di jalanan Kampung Serise.

Padahal, sebelum kejadian ini, Chalid Muhammad, Ketua Institut Hijau Indonesia, mengatakan bahwa tindakan menjual mangan secara mentah merupakan tindakan melawan hukum.

“Menjual bahan mentah mangan adalah illegal dan merupakan tindakan kriminal,” kata Chalid, Jumat (26/11), di Jakarta.

Direktur JPIC-OFM Indonesia, Dr. Peter C. Aman.

Pemblokadean oleh masyarakat adat Serise dilakukan sebagai protes atas penggunaan tanah ulayat yang dinilai dicaplok oleh PT. Arumbai Mangabekti. Selain protes, blokade juga dilakukan agar perusahaan tersebut angkat kaki dari tanah dan wilayah adat masyarakat Serise.

“Kalau panen kita diambil orang di depan mata kita dan dibawa pergi, sudah sepatutnya kita mempertahankan dan mengusir si pencuri pergi,” ujar seorang tetua adat Serise yang dikutip dalam pernyataan sikap yang dikirimkan oleh Peter, Jumat (3/11).

JPIC-OFM  dan beberapa mitra pejuang lingkungan hidup sontak menyayangkan tindakan Kepala Kepolisian Resor ini. Motivasi perjuangan rakyat Serise untuk menghentikan kegiatan tambang mangan PT. Arumbai Mangabekti semestinya patut mendapat dukungan penuh. Motivasi perjuangan rakyat Serise, kata Peter, adalah kedaulatan atas tanah ulayat dan hak-hak mereka yang mesti dihargai.

“Aksi Kapolres (Kepala Kepolisian Resor-red) dan pasukannya ini terkesan seperti tindakan satpam perusahaan,” tambah Peter lagi.

(25)

Ken Miryam Vivekananda Fadlil Ken Miryam Vivekananda Fadlil adalah mantan pengajar di Program Studi Indonesia Fakultas Ilmu Kebudayaan Universitas Indonesia. Kini, pemerhati kearifan lokal untuk pendidikan anak usia dini ini menjadi staf redaksi LenteraTimur.com di Jakarta sekaligus ketua divisi pendidikan Perkumpulan Lentera Timur.

Comments with Facebook

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *