Home Featured Ketika Negara Mengunci Panti Asuhan

Ketika Negara Mengunci Panti Asuhan

104
27
Kawalu, Tasikmalaya, Jawa Barat. Gambar: Google Earth.

Sebuah panti asuhan di Tasikmalaya, Jawa Barat, dikunci dari luar secara paksa oleh aparatur negara. Di dalamnya ada anak-anak yatim piatu tak mampu. Setelah dikunci, panti tersebut juga hendak dibakar oleh kelompok Front Pembela Islam.

Peristiwa penguncian paksa Panti Asuhan Hasanah Kautsar yang berada di Cicariang, Kawalu, Tasikmalaya, terjadi pada Rabu (8/12). Pelakunya adalah Kejaksaan Negeri Tasikmalaya dan Kepolisian Resor Kota Tasikmalaya dibawah komando Kepala Satuan Intelijen, Sahili. Panti asuhan ini merupakan milik Jamaah Ahmadiyah Indonesia.

Dalam kondisi tidak aman dan terkunci di dalam panti, Syihab Ahmad, salah satu mubaligh panti asuhan, bercerita kepada LenteraTimur.com bahwa kejadian ini bermula di Rabu pagi (8/12). Ketika itu Ketua Ahmadiyah Kawalu, Iyon Sofyan, dipanggil oleh Kejaksaan Negeri dan Kepala Satuan Intelijen terkait pelarangan kegiatan beribadah untuk jemaah Ahmadiyah.

“Silahkan Anda segel sendiri atau disegel FPI (Front Pembela Islam-red),” demikian tukas Sahili kepada Iyon seperti ditirukan Syihab.

Selang beberapa jam setelah pemanggilan tersebut, sekitar pukul 15 WIB, lima orang petugas Satuan Intelijen dan Kejaksaan Negeri pun mendatangi panti. Mereka menyatakan akan menggembok tempat tinggal sepuluh anak yatim piatu tersebut beserta pengurus dan meminta kunci gembok pagar secara paksa.

Di bawah tekanan, pengurus panti hanya bersedia menyerahkan satu kunci gembok pagar besar, tempat mobil dapat keluar masuk panti. Sementara, kunci pintu yang memungkinkan orang tetap dapat berlalu lalang masih mereka coba untuk pertahankan. Petugas itu pun akhirnya pergi setelah berhasil menggembok pagar besar.

Pada 15.30 WIB, petugas kembali mendatangi panti. Kini mereka meminta agar panti dikosongkan karena akan digembok seluruh pintunya. Pihak Ahmadiyah pun memilih untuk bertahan di tempat tinggalnya.

“Besok pagi anak-anak mesti berangkat ke sekolah untuk mengikuti ujian akhir semester. Kasihan kalau mereka kehilangan tempat tinggalnya,” tutur Syihab.

Namun, polisi tetap bersikukuh untuk mengunci seluruh akses memasuki panti. Iyon Sofyan sempat pula datang untuk turut mendebat para petugas.

“Bila saya menggembok, berarti saya telah menghalangi orang untuk beribadah di rumah-Nya. Saya tidak mau itu,” ujar Syihab mengulang pernyataan Iyon. Di panti tersebut, menurut Syihab, memang sering digunakan untuk pengajian.

Akan tetapi, perdebatan menjadi tak berguna. Tanpa sepucuk surat penyegelan pun, petugas tetap menggembok seluruh panti asuhan tersebut. Penghuni panti pun  terkunci di dalam hingga berita ini diturunkan.

Menurut pengamatan Syihab dari dalam panti, nampak sekitar dua atau tiga petugas bersiaga di depan pagar yang telah terkunci.

Beberapa menit selepas penguncian tersebut, kelompok Front Pembela Islam berdatangan secara bergelombang. Tak kurang dari tiga puluh anggota Front berteriak-teriak di depan pagar panti.

“Bakar…! Bakar…! Bakar…!” begitu teriak orang-orang berjubah itu.

Front Pembela Islam bahkan juga berupaya merusak gembok pagar secara paksa. Mereka seakan berniat melakukan penyerbuan terhadap penghuni panti yang sebagian besar terdiri dari para remaja berusia 10-14 tahun.

“Melihat apa yang dilakukan FPI, kedua petugas diam saja. Tidak melakukan upaya perlindungan apa pun terhadap kami,” keluh Syihab.

Kondisi mencekam ini berlangsung selama satu jam. Sekitar pukul 17.00 WIB, hujan turun menderas. Front pun membubarkan diri. Mereka bubar memang bukan karena adanya penegak hukum, tetapi karena hujan. Sebelum bubar, mereka pun meneriakkan niat untuk kembali.

“Kami tahu besok (Kamis, 09/12-red) FPI akan melakukan Pawai Ta’aruf. Kami khawatir pawai tersebut akan berujung pada pengerusakan panti ini,” ujar Syihab dengan suara bergetar.

Tindakan diskriminatif terhadap Ahmadiyah di Tasikmalaya bukan kali ini saja terjadi. Sebelumnya, pada 5 April 2003 dan 19 Juni 2007, masjid milik Ahmadiyah di Tolenjeng, Sukaratu, juga diserang.

Pada 9 Juni 2008, negara, melalui Menteri Agama, Menteri Dalam Negeri, dan Jaksa Agung, telah mengeluarkan Surat Keputusan Bersama yang isinya melarang aktivitas Ahmadiyah di Indonesia. Isinya memang bukan tentang pembubaran, tetapi pembatasan aktivitas keagamaan dari kelompok ini. Negara telah melakukan pembonsaian atas hak kebebasan beragama untuk tumbuh.

Di Tasikmalaya sendiri, pada 2005, sebuah Surat Keputusan Bersama (SKB) yang berisi pelarangan aktivitas Ahmadiyah juga telah ditandatangani oleh Walikota Tasikmalaya, Bupati Tasikmalaya, Kepala Kejaksaan Negeri Tasikmalaya, Kepala Kepolisian Resor Kota Tasikmalaya, dan Kepala Kepolisian Resor Tasikmalaya. Dan pada 2007, Surat Keputusan Bersama serupa juga dikeluarkan oleh Walikota Tasikmalaya, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Tasikmalaya, Kepala Kejaksaan Negeri Tasikmalaya, Komandan Distrik Militer 0612 Tasikmalaya, dan Kepala Kepolisian Resor Kota Tasikmalaya.

Panti Asuhan Hasanah Kautsar yang didirikan oleh Ahmadiyah untuk anak-anak yang tak mampu bersekolah ini juga pernah diminta oleh Majelis Ulama Indonesia untuk dipindahkan lokasinya. Alasan Majelis, panti meresahkan warga. Panti yang berdiri sejak 2000 ini sempat dilempari batu dan beberapa kali mendapat ancaman pembakaran.

“Demi melindungi nyawa anak-anak yatim piatu yang bernaung di dalam panti ini, kami memilih mengalah. Kami memindahkan panti ke pusat kota Tasikmalaya selama satu tahun. Setelah situasi dianggap aman, kami pun kembali ke Cicariang,” kenang Syihab (lihat Menanti di Balik Pintu Panti).

(104)

Ken Miryam Vivekananda Fadlil Ken Miryam Vivekananda Fadlil adalah mantan pengajar di Program Studi Indonesia Fakultas Ilmu Kebudayaan Universitas Indonesia. Kini, pemerhati kearifan lokal untuk pendidikan anak usia dini ini menjadi staf redaksi LenteraTimur.com di Jakarta sekaligus ketua divisi pendidikan Perkumpulan Lentera Timur.

Comments with Facebook

Comment(27)

  1. Islam yg diajarkan nabi Muhammad tentu islam yg indah
    Tapi ketika bibir berujar Allahu Akbar. Tetapi kelakuan barbar?
    Dimana keindahan Islami yg dikumandangkan itu?

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: +1 (from 1 vote)
  2. – Kebebasan jangan sampai kebablasan.
    – Jika Islam membiarkan ajaran sesat ,kemungkinan Islam akan pecah menjadi banyak penyimpangan.
    – Aqidah pokok Islam harus punya standar yang mesti dipertahankan semua aliran dalam Islam.
    – Jika standar itu tidak dipenuhi oleh satu golongan kelompok aliran yang mengatas namakan Islam maka ini perlu dipangkas,diluruskan dan dipaksa untuk memenuhinya.
    – Andai Ahmadiah mengatakan berdasarkan apa yang dinyatakan AlQur’an bahwa mirza gulam Ahmad bukan nabi tapi hanya seorang ulama.dan memenuhi semua Standar Aqidah yang sudah disepakati para ulama maka Ahmadiah tidak akan dinyatakan sesat.
    – Jika Ahmadiah bersikeras mengatakan Mirza gulam Ahmad nabi ,berarti Ahmadiyah sesat dan jika menyebarkan kenyakinan itu berarti menyesatkan. PENGAFIRAN BERKEDOK ISLAM.
    – FPI ingin menyelamat kan penghuni panti dari penyesatan dan pengafiran,
    – SARAN SAYA AMA UMAT AHMADIAH LEBIH BAIK BANGUN AGAMA BARU,ATAU ALIRAN BARU YANG JANGAN BERDASARKAN ALQUR’AN DAN HADIST NABI MUHAMMAD SAW.KARENA ITU AKAN MENIMBULKAN PELECEHAN TERHADAP ISLAM ,ALQUR’AN DAN ALHADIST.

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: -1 (from 1 vote)
  3. Sebagai awam, saya lebih respect pada ahmadiyah,
    dibandingkan islam macam front pembela islam.

    front pembela islam biang teroris, keributan, rusuh, penjarahan,
    perampokan, dsb. front pembela islam melakukan perbuatannya
    meniru apa yg diajarkan quran. http://www.gatra.com/artikel.php?id=136243

    front pembela islam adalah preman islami.

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: +3 (from 3 votes)
  4. berbicara mengenai rasial… di arab saudi, agama lain tidak boleh beribadah.. apalagi mendirikan rumah ibadah. tidak ada satupun gereja, kuil, vihara atau apapun di arab saudi. orang yang beribadah harus sembunyi2 di rumah..itupun masih digerebek sama polisi…

    silahkan direnungi sendiri…

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: +2 (from 2 votes)
  5. Tidak ada agama bikinan manusia, pengakuan terhadap suatu agama adalah panggilan hati nurani, ucapan sesat hanya keluar dari mulut para ulama dan ucapan itu akan kembali kepada yang mengucapkan, Aneh sekali Anak Yatim umur 10-14thn di kunci sama aparat tdk boleh keluar yang ga punya dosa apa apa, sementara yang brutal FPI bebas berbuat semaunya,,,,,….Aneh….sungguh Aneh…….kekonylan macam apalagi………….

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: +2 (from 2 votes)
  6. hidup fpi, hidup pemerintah. kita telah lama berjuang bersama untuk menghancurkan sendi2 demokrasi dan UUD45yg berlaku dinegeri ini. kita telah berhasil mengubah Islamnya Muhammad yang rahmatallilalamin menjadi Islam kita yg monster lilalamin. semoga perjuangan kita itu mendapat barokah sehingga kita kekal didalam jahanam angkara murka.

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: -1 (from 1 vote)
  7. hidup fpi dan hidup pemerintah!! kalian telah bahu membahu menghancurkan negara dan agama Islam yang rahmatallilalamin menjadi Islam yang monster lilalamin.semoga kalian kekal didalam jahannam

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  8. menurut sy, pengasuh panti asuhannya yg menggunakan anak2 yatim sbg tameng dan kemudian mempublikasikannya ke media2. Kalo mau, ahmadiyah sebaiknya bikin agama sendiri, jangan mengaku agama Islam. Udah tahu dikatakan sesat, bukannya bertobat….

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: -1 (from 3 votes)
    1. “Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu ! orang yang sesat tidak akan mendatangkan mudarat/kerugian kepadamu bila kamu telah memperoleh petunjuk.[1] Kepada Allah swt. kamu sekalian akan kembali; kemudian Dia akan memberitahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS Al-Maaidah)

      Maka melalui ayat diatasmanusia telah dibebaskan oleh Allah swt unuk tidak memikirkan dan memutuskan siapa yang dalam kesesatan dan siapa yang mendpt petunjuk. Tugas yang berhubungan dengan anda ialah kalau anda berpendpat bahwa anda tergolong orang yang mendapat petunjuk, maka untuk iu anda lakukan dengan penuh keikhlasan dan kejujuran supaya petunjuk yang anda dapati itu bisa berkembang dan orang-orang yang anda anggap dalam kesesatan juga dapat petunjuk, maka sampaikanlah amanat petunjuk itu padanya dengan penuh kejujuran. Tetapi ingat bahwa anda tidak ditugaskan menjaga pintu atau sebagai hakim/wasit anda duduk di kursi pengadilan dan menjatuhkan keputusan dan berdasarkan keputusan-keputusan yang anda ambil lalu anda memperlakukan manusia berdasarkan itu. Hal itu kelak akan menelorkan banyak keburukan. Jika Allah elah banyak mengatakan bahwa pekerjaan itu pekerjaan-Ku, siapa yang diberi petunjuk atau siapa yang dinyatakan telah mendapat petunjuk. Dan ini juga pekerjaan Allah semata bahwa Dia berdasarkan amal seseorang itu dinyatakan-Nya sesat. Alhasil, menyatakan hasil pekerjaan yang dilakukan oleh manusia pun juga wewenang Allah swt.

      jadi kenapa pula peduli pada penilaian manusia yang merampas hak Tuhan dengan mengatakan orang lain sebagai sesat??

      VA:F [1.9.22_1171]
      Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
      VA:F [1.9.22_1171]
      Rating: 0 (from 0 votes)
  9. Cum bisa prihatin jg atas kekerdilan pemikiran bangsa ini tentang konsep toleransi.hasil trlalu condong trhadap suatu pilihan.

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  10. @ panji, bagaimana mungkin mengaku memahami ajaran islam kalo membiarkan anak yatim terkunci dan malah mengancam membakar? bahkan Nabi saja dalam piagam madinah memberi hak yang sama dengan kaum nasrani dan yahudi. islam itu bermakna luas dan penuh cinta kasih. bukan darah. banyak orang mengaku berislam tapi melakukan kekerasan dan kekejaman, membunuh anak2 dan perempuan. bahkan dalam islam sekalipun, perempuan dan anak dari kelompok yang bersebarangan (bahkan musuh) wajib dilindungi. coba gunakan hati nurani anda, bukan hanya memaknai islam secara simbolis sehingga menghalalkan segala cara termasuk melakukan penganiayaan. buka juga surat Al- Mauun. syukron

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: +1 (from 1 vote)
  11. Sebagai pembanding, dulu Syekh Siti Jenar pun disingkirkan dengan cara yang sangat “demokratis”. Hmm, sebuah pengulangan sejarah dengan bentuk lain … Alhasil jadi mualaf abadi, dari generasi ke generasi berikutnya. Hanya bisa ikut prihatin, salam.

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  12. Sepertinya dlm kasus Ahmadiyah ini tindakannya sdh tepat. Mhn sdr2ku ingat kembali, Ahmadiyah adalah bukan Islam krn Nabi mereka adalah bukan MUHAMMAD SAW. Yg jd permasalah slama ini adalah ahmadiyah mengaku Islam, dan mereka telah merusak aqidah Islam. Mereka mereka adalah gerakan kepercayaan yg sdh ditolak diIndia sbg tempat asal pimpinannya, Ghulam Ahmad dan jd sdh ditolak dimana2 diseluruh dunia. Tahun 1950an kalau saya tidak salah akhirnya mereka minta dukungan Inggris, akhirnya dgn motif memang sama mereka sepakat untuk merusak Aqidah Islam dimana saja.
    Jadi hati2lah kita, mereka bisa berlindung dibalik anak yatim, org2 dhuafa sebagai tameng gerakan mereka.
    Lantas yg jadi pertanyaan kita adalah apa yg sdh kita perbuat untuk mejaga kemurnian Dien yg kita cintai ini ?, membaca tulisan ini kmudian dengan sekehendak selera kita, kita menghujat orglain yg mencoba menjaga kemurnian Dienullah ini ?
    Sdr Tengku Dhani, tolong terbitkan juga tulisan yang mengklarifikasi masalah ini spy sdr2kita tidak terbodohi dan andapun tidak terus terjebak dalam gerakan dan pemikiran liberal meskipun atas nama nasionalis.
    Smg dapat jadi bahan pemikiran. Mohon maaf jika tidak berkenan.
    Terima kasih.

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: -5 (from 7 votes)
    1. Ah..bacot..jadi setuju panti asuhanya dibakar sama fpi??terserah orang lah mau beragama apa dan mau berdoa sama siapa selama mreka nggak ganggu kebebasan orang lain..toh kalo emang menurut ajaran islam yang bener mreka salah ya urusan mreka sama Tuhan dong..atau ya kalo ngrasa mreka ngrusak agama islam ya antisipasinya ya intern aja..

      VA:F [1.9.22_1171]
      Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
      VA:F [1.9.22_1171]
      Rating: 0 (from 0 votes)
  13. Lebay, berlindung di balik panti asuhan. . . .

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: -1 (from 3 votes)
  14. Saran saya untuk Lentera Timur, dalam pemberitaan ini, tolong sertakan juga pendapat pihak FPI, jadi kita dapat menilai peristiwa secara utuh, tidak setengah pihak seperti ini. Saya harap nanti masyarakat juga lebih terbiasa menilai berita dari dua sisi.
    Sukses terus untuk web ini. 🙂

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: +1 (from 3 votes)
  15. Wah itu nggak aneh, di tempat saya di Aceh Tengah, setengah lahan Panti Asuhan tempat saya pernah tinggal dijual oleh Bupati kepada Bank, dalam lahan itu ikut dijual sebuah mesjid yang dibangun ataas sumbangan para darmawan. lengkapnya baca di sini http://winwannur.blog.com/2009/05/03/ketika-anak-yatim-jadi-objek-kreatifitas-pejabat-dinas-sosial/

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 5.0/5 (1 vote cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: +1 (from 1 vote)
  16. Astagfirullah .. apa peringatan Allah dg bencana beruntun belum cukup jg ..

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  17. FPI Biadab tak mengenal Tuhan !

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 5.0/5 (1 vote cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  18. MY WAY or NO WAY….

    SELAMAT DATANG DI INDONESIA…….

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 5.0/5 (1 vote cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  19. para pelanggar hukum terberat dinegeri ini adalah justru mereka yang mempunyai kewenangan hukum, merekalah yang meng-acak2 tatanan negeri ini hingga amburadul seperti ini,,, jadi bukan hanya fpi tapi penguasa yang senantiasa menjadi pelanggar2 terhadap hukum juga harus dibasmi!

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  20. menurut saya beritanya subjektif dan tendensius.tidak cover both side.

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 1.0/5 (1 vote cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  21. Negara macam apa ini?? Melakukan pembiaran thd tindakan2 anarkis kelompok tertentu terhadap kelompok/golongan lain dengan benteng Agama. Sungguh sedih dan prihatin melihat Indonesia akhir2 ini…masih adakah harapan untuk menikmati kebahagiaan dan ketentraman di negeri ini?

    Untuk anak2 Panti Asuhan Ahmadiyah di Tasikmalaya: berdoa lah dan serahkan semuanya kepada TUHAN, yakin lah bahwa DIA Maha Mengetahui dan Maha Pengasih…TUHAN sayang kalian semua.

    Buat FPI, berhentilah kalian menghakimi orang/kelompok lain yg berbeda dgn kalian, ememangnya kalian siapa?? Kalian hanyalah banci2 kaleng (maaf) yg bersembunyi di balik jubah dan simbol agama!!

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 5.0/5 (1 vote cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  22. Alangkah anehnya negeriku ini!! Panti Asuhan tempat menampung dan membina anak2 yang kurang beruntung agar bisa hidup layak serta dapat menjadi generasi penerus yang berguna bagi negara ini di masa depan malah mau ditutup oleh aparat pemerintah karena takut sama ancaman Ormas tak berguna macam FPI.

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 5.0/5 (1 vote cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  23. Astagfirullah…… Mau dibawa kemna negara ini kalau aparatnya bobrok seperti itu. FPI = Front Perusak Islam, karena mereka hendak menganiaya anak yatim, entahlah… apa mereka membaca Al Qur’an atau tidak….. sorban dan peci putih hanya sebagai hiasan saja.

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 5.0/5 (1 vote cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: +1 (from 1 vote)
  24. Ahmadiyah kalo g mw d bubarkan, jangan menyebut agama islam bikin agama sendiri.
    Ahmadiyah wajib d bubarkan krn melecehkan agama islam….ALLAHU AKBAR

    YAA ROBB SMG AHMADIYAH D BUBARKAN D NEGERIKU TERCINTA INI…AMIN 3X

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 1.0/5 (1 vote cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: -1 (from 1 vote)
  25. Bagaimana Pemerintah dapat membatasi kegiatan beragama seseorang? Bukankah agama dan kepercayaan itu merupakan Hak Asasi setiap orang?
    Kalau FPI saja melakukan hal ini kepada saudaranya sesama muslim, tidak heran kalau mereka melakukan yang lebih kejam terhadap orang2 dengan kepercayaan lain.
    Sampai Kapan Pemerintah akan membiarkan kegiatan main hakim sendiri ini?

    God please have mercy for our nation.

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 5.0/5 (1 vote cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *