Home Featured Aksi Perempuan Melawan Kekerasan Berbasis Agama

Aksi Perempuan Melawan Kekerasan Berbasis Agama

16
0

Kekerasan terhadap perempuan di Indonesia dinilai tidak lagi hanya menyentuh ranah ekonomi, politik, hukum, atau psikologis, tapi juga sudah menyentuh ranah ideologi, agama, dan kepercayaan. Sebut saja serangan diskriminatif yang kerap dialami oleh Ahmadiyah dan Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) belakangan ini. Maraknya peristiwa kekerasan berbasis intoleransi ini telah menjadikan perempuan dan anak turut sebagai pihak yang dirugikan.

Dalam rangka memperingati Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan, 25 November 2010, Koalisi Untuk Perempuan Cinta Damai menggelar aksi damai di Bunderan Hotel Indonesia, Jakarta. Menurut koordinator aksi, Dwi Rubiyanti Kholifah (Rubi), koalisi ini dimotori oleh Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP), Kapal Perempuan, dan The Asian Muslim Action Network (AMAN) Indonesia.

“Aksi ini bertujuan untuk mengingatkan publik akan pentingnya kesadaran toleransi melalui bahasa perempuan,” tutur Rubi kepada LenteraTimur.com sebelum aksi dimulai, Kamis (25/11), di Bundaran HI, Jakarta.

Aksi yang dihadiri oleh sekitar 30 orang dan terdiri dari para penggiat lintas agama, pelajar, mahasiswa, aktivis isu perempuan, pluralisme, dan hak azasi manusia ini menyatakan beberapa sikap. Di antaranya adalah mendesak negara untuk mencabut regulasi kebijakan yang diskriminatif dan rentan ditunggangi oleh aksi kekerasan. Tak hanya itu, negara juga wajib menjadikan setiap propaganda yang menyebabkan terjadinya permusuhan, kekerasan, dan diskriminasi berdasarkan agama sebagai tindak pidana.

Aksi ini juga tak lupa mengajak seluruh elemen masyarakat sipil untuk mengedepankan dialog dan toleransi dalam menyikapi setiap perbedaan, dan tidak terpancing terhadap setiap propaganda yang menyebabkan terjadinya permusuhan, kekerasan, dan diskriminasi terhadap satu kelompok agama atau keyakinan di Indonesia.

(16)

Ken Miryam Vivekananda Fadlil Ken Miryam Vivekananda Fadlil adalah mantan pengajar di Program Studi Indonesia Fakultas Ilmu Kebudayaan Universitas Indonesia. Kini, pemerhati kearifan lokal untuk pendidikan anak usia dini ini menjadi staf redaksi LenteraTimur.com di Jakarta sekaligus ketua divisi pendidikan Perkumpulan Lentera Timur.

Comments with Facebook

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *