Home Lentera Timur Channel Memikirkan Kembali Federalisme

Memikirkan Kembali Federalisme

42
0

Rinto Taib adalah Ketua Dewan Pakar Kesultanan Ternate yang menjadi pembicara kedua dalam Dialog Pemuda Nasional bertajuk  “Menyoal Identitas Kebudayaan Indonesia”. Pada dialog yang berlangsung pada Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2010 tersebut, ia mengatakan bahwa tidak ada amanat apapun dari Kesultanan Ternate untuk menggabungkan diri pada Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Alasan Sultan ketika itu adalah, segala sesuatu yang terkandung di atas tanah dan segala isinya merupakan milik rakyat yang semestinya dimiliki dan dikuasai oleh rakyat demi kesejahteraan hidupnya berdasarkan adat istiadat masyarakat setempat.

Rinto Taib: Memikirkan Kembali Federalisme. Foto: Redaksi.

Meski demikian, sewaktu ditawari untuk membentuk sebuah negara dengan faham federalisme, Sultan Iskandar Muhammad Jabir Syah langsung menyetujuinya. Ia beranggapan bahwa sudah sewajarnya kalau negara Indonesia yang baru terbentuk itu mempertimbangkan kondisi alam dan geografis serta beraneka macam kebudayaan.  Sebab, sangatlah mustahil mempersatukan seluruh keanekaragaman itu dalam satu negara kesatuan – yang tentu akan menjadi sentralistik sifatnya. Ini akan merugikan daerah-daerah yang ada di Indonesia.

Konsep Federasi Maloko Kie Raha, yang menjadi konsep pemerintahan negara, adalah sebuah kekuatan tersendiri bagi sultan untuk mendukung gagasan negara federal yang ditawarkan pihak Belanda. Dan gagasan negara federal mempunyai daya tarik tersendiri bagi rakyat di luar pulau Jawa, yang sudah agak cemas akan dominasi secara politik oleh orang-orang Jawa yang jumlah manusianya jauh lebih besar. (Schiller, 1989).

Menurut Rinto, pembentukan negara federal bukanlah suatu upaya disintegrasi, melainkan suatu sistem pemerintahan yang tidak berbeda dengan negara kesatuan. Ide dasar negara federal yang paling substansial adalah agar terjamin keadilan dalam alokasi sumber daya. Selain itu, bentuk federal memungkinkan manajemen administrasi menjadi lebih efektif dan efisien karena lingkupnya lebih terbatas. Pada akhirnya, sistem federal justru dimaksudkan untuk menciptakan kesatuan yang riil, tidak semu, dan tidak artifisial.

(42)

Redaksi Redaksi LenteraTimur.com

Comments with Facebook

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *