Home Featured Menyusuri Lorong Nagari di Koto Gadang

Menyusuri Lorong Nagari di Koto Gadang

79
1

Koto Gadang, Sumatera Barat, adalah sebuah nagari kecil yang menghasilkan orang-orang besar. Sebut saja Agus Salim, Sutan Syahrir, atau Rohana Kudus. Nagari tersebut berada di ketinggian sekitar 923 meter di bawah permukaan laut. Keberadaan kota yang menghasilkan kerajinan perak dan sulaman ini diapit oleh Gunung Singgalang dan Gunung Merapi. Nama Koto Gadang berarti kota besar.

Yang khas dari nagari ini adalah model rumahnya. Ia berbeda dengan model rumah tradisional Minangkabau. Bentuk rumah di Koto Gadang lebih seperti villa orang-orang Belanda. Dan nagari ini merupakan tempat peristirahatan bagi orang-orang Belanda yang bekerja di Padang.

Konon, orang-orang Belanda itu merasa senang dan betah tinggal di Koto Gadang. Masyarakat di kota ini dinilai lebih terbuka dan mau menerima orang-orang luar. Dan memang, orang-orang terpelajar dari Minangkabau banyak yang terlahir dari Nagari Koto Gadang.

Secara arsitektural, pemukimannya bertipe cluster yang terbagi dalam empat jenis, yakni Caniago, Koto, Piliang, dan Sikumbang. Penutup atap rumahnya terbuat dari seng, bukan genteng tanah. Dan ini ada kaitannya dengan kepercayaan masyarakat setempat. Mereka meyakini bahwa tidak baik sebuah rumah ditutup oleh tanah. Sebab, tanah melambangkan tempat untuk orang yang sudah meninggal.

Di sini, suasananya begitu sepi. Seperti tidak ada denyut kehidupan. Dan ini dikarenakan karakter masyarakatnya yang suka merantau. Mereka, para pemuda, meninggalkan kampung halamannya sehingga kebanyakan yang masih tinggal hanyalah istri dan anak-anaknya.

(79)

dAs Albantani dAs Albantani adalah founder Tapak Bumi Village dan Pejuang Eco Village Indonesia.

Comments with Facebook

Comment(1)

  1. Bagussss….

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *