Home Sejarah Mengenal Batik Bantul Lewat Museum
2

Mengenal Batik Bantul Lewat Museum

360
2
Museum Batik Joglo Tjipto Wening. Foto-foto: Dewi Suspaningrum.

Batik bukan sekedar kain bermotif yang penuh goresan untuk berbusana. Lebih luas dari itu, ia memiliki makna sejarah tentang sebuah perjalanan hidup dan peradaban. Dan keberadaan kain tersebut tersebar di hampir seluruh wilayah nusantara, terutama pulau Jawa.

Di sejumlah wilayah, museum-museum batik berdiri sebagai tanda perkembangan masyarakat dan maju mundurnya sebuah kota kepada generasi penerus. Museum Batik Joglo Tjipto Wening, misalnya. Museum ini menjadi  wadah pelestarian bagi perkembangan motif-motif batik Bantul maupun Jogjakarta dan sekitarnya.

Museum Batik Joglo Tjipto Wening ini terletak di Dusun Ketandan Tengah, Imogiri, Bantul, Jogjakarta. Diresmikan sebagai aset budaya Jogjakarta pada 18 Maret 2004, museum ini berfungsi untuk melestarikan batik yang merupakan warisan budaya adiluhung.

Motif batik Bantul.

Namun, gempa yang memporak-porandakan Jogjakarta, khususnya wilayah Bantul pada 27 Mei 2006 lalu, sempat membuat bangunan museum ini rusak berat. Ia kembali dibuka untuk umum pada 27 November 2007 setelah mendapat perbaikan.

Sepintas, keberadaan museum ini agak sulit ditemukan. Lokasi museum yang berbentuk rumah Jawa klasik ini sedikit berada di dalam gang kecil di dekat pasar Imogiri. Namun, begitu Anda tiba di lokasi, kesan teduh, nyaman, dan tenang seperti mengunjungi rumah nenek akan menyambut Anda.

Kesan bersahabat semakin kentara saat Anda berkesempatan mencicipi minuman khas yang ada di sini. Minuman ini terbuat dari ramuan daun cengkeh, jahe, pala, gula batu, dan jus jambu yang khusus disuguhkan para pegawai museum kepada para pengunjung. Konon, minuman ini merupakan kesukaan aristokrat setempat, yakni Kanjeng Sultan Agung.

Motif tua batik Bantul.

Motif-motif batik yang dipaparkan di museum ini terdiri dari batik kuno hingga motif modern. Goresan-goresannya menunjukkan suatu kedinamisan yang sesuai pergerakan kisah hidup manusia. Semua yang ada di batik ini senantiasa memiliki simbol dan makna sesuai selera konsumen pada saat itu. Itu sebabnya, jika mengerti batik, Anda tentu mampu membaca cerita kehidupan lewat goresan-goresan yang terbentuk pada latar kain.

Khusus batik Bantul, motif yang banyak dikenal sejak dulu adalah motif Parang, Nitik Pleret, Wijirejo Pandak, atau Giriloyo Imogiri. Sampai saat ini, motif-motif ini masih disukai konsumen. Sementara warna-warna yang menjadi ciri khas wilayah Bantul adalah warna-warna teduh, seperti hijau pupus, ungu, sogan, dan merah hati.

Salah satu sisi museum.

Untuk Anda yang ingin menikmati batik, Museum Batik Joglo Tjipto Wening ini dibuka untuk umum setiap Selasa hingga Minggu, mulai pukul 08.00 WIB sampai 15.00 WIB. Kegiatan yang ada di museum ini biasanya terdiri dari demonstrasi membatik, pelajaran membatik bagi pemula, serta penjualan kain batik Bantul sebagai cinderamata dengan harga terjangkau, yakni mulai Rp. 50.000 hingga Rp. 500.000.

(360)

Dewi Suspaningrum Dewi Suspaningrum adalah jurnalis yang bekerja di stasiun Metro TV, Jakarta, dan berkutat di feature dan dokumenter televisi.

Comments with Facebook

Comment(2)

  1. Waaah baru tau aku kalau batik itu memiliki makna sejarah tentang sebuah perjalanan hidup & peradapan, menakjubkanlah….

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  2. Saya akhir-akhir ini sedang mengoleksi foto-foto batik dari berbagai daerah, bila tidak keberatan bolehkan dikirim foto yang lain?

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *