Home Lancong Wisata Pintar di Bosscha
11

Wisata Pintar di Bosscha

64
11
Observatorium Bosscha. Foto-foto: Diu Oktora.

Siapa tak senang berwisata? Melepaskan perasaan dan tubuh setelah didera rutinitas pekerjaan adalah hasrat manusiawi bagi siapapun. Dan berwisata tidaklah melulu persoalan air, pantai, laut, atau gunung. Di Bandung, tepatnya di kawasan Lembang, Jawa Barat, ada tempat wisata yang dapat membuat orang menjadi pintar. Tempat tersebut bernama Observatorium Bosscha.

Tapi, apa itu Observatorium Bosscha? Apa menariknya ke observatorium? Observatorium Bosscha adalah tempat peneropongan bintang. Di tempat yang memiliki luas enam hektar ini, Anda bisa melihat langsung eksotika sekaligus misteri semesta; bagaimana keindahan bintang-bintang, planet-planet, dan pendaran matahari.

Dahulu, Observatorium Bosscha ini bernama Bosscha Sterrenwacht. Peneropongan bintang tertua di Indonesia ini dibangun oleh Netherland-Indische Sterrenkundige Vereeniging (NISV) atau Perhimpunan Bintang Hindia Belanda. Kala itu, seorang tuan tanah berkebangsaan Belanda di perkebunan teh Malabar, Karel Albert Rudolf Bosscha, bersedia menjadi penyandang dana utama dan memberikan bantuan untuk pembelian teropong bintang. Nah, sebagai penghargaan atas jasa Bosscha, sekalipun bangsanya melakukan penjajahan terhadap Indonesia, namanya diabadikan sebagai nama observatorium peneropongan bintang ini. Pembangunan observatorium ini dimulai pada 1923 dan selesai pada 1928.

Suasana menjadi sejuk dengan keberadaan pohon-pohon tua.

Pada 17 Oktober 1951, menjelang nasionalisasi besar-besaran aset-aset Belanda, Perhimpunan Bintang Belanda itu menyerahkan Observatorium Bosscha kepada pemerintah Republik Indonesia. Dan ketika Institut Teknologi Bandung berdiri pada 1959, Observatorium Bosscha kemudian menjadi bagian dari kampus tersebut. Sejak itu, Bosscha difungsikan sebagai lembaga penelitian dan pendidikan formal astronomi di Indonesia. Observatorium Bosscha menjadi homebase bagi penelitian astronomi.

Tak hanya sebagai tempat penelitian, pada 2004, melalui Keputusan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor KM.51/OT.0071/MKP/2004, Observatorium Bosscha pun dijadikan Benda Cagar Budaya. Hal ini dikarenakan Bosscha memiliki nilai sejarah yang tinggi. Dan melalui Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya, keberadaan Observatorium Bosscha pun menjadi entitas yang harus dilindungi.

Observatorium ini memiliki beberapa teleskop besar yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan. Diantaranya adalah Teleskop Refraktor Unitron. Bagi umat muslim, teleskop ini sangat berguna untuk menentukan kapan tiba waktu puasa di bulan Ramdhan dan Idul Fitri. Teleskop serupa juga dapat digunakan untuk pengamatan gerhana matahari dan gerhana bulan.

Selain Teleskop Refraktor Unitron, ada empat teleskop besar lainnya, yakni Teleskop Refraktor Ganda Zeiss, Teleskop Refraktor Bamberg, Teleskop Cassegrain GOTO, dan Teleskop Schmidt Bima Sakti. Tiga teleskop pertama biasanya digunakan untuk mengamati bintang, bulan, dan matahari. Sedangkan teleskop terakhir digunakan untuk mengamati galaksi Bima Sakti.

Karena Observatorium Bosscha berada di dataran tinggi Bandung, udara sejuk pegunungan akan menyapa Anda saat mendapatkan pengetahuan tentang kosmologi. Kenyamanan juga diperoleh dari keberadaan pohon-pohon rimbun yang berusia ratusan tahun.

Oleh karena itu, berwisata sains di Observatorium Bosscha layak menjadi pilihan rekreasi bagi Anda dan keluarga.

Nah, sebelum mengunjungi Bosscha, ada baiknya Anda memperhatikan hal-hal di bawah ini.

Jadwal Kunjungan

Periode Waktu
Siang Januari – Desember 09.00 – 16.00 WIB
Malam April – Oktober 17.00 – 20.00 WIB

Keterangan:
Kunjungan siang dikelompokkan menjadi 2 sesi dengan penganturan sebagai berikut:
Sesi 1: 09.00 – 10.00 WIB
Sesi 2: 12.00 – 13.00 WIB
Sesi 3: 15.00 – 14.00 WIB

Jadwal kunjungan malam ditentukan berdasarkan fasa bulan dan dikeluarkan setiap awal tahun.

Hari Berkunjung

Hari Siang Malam
Minggu TUTUP
Senin Perawatan, Tidak menerima kunjungan
Selasa Paket

(Perlu perjanjian)

Minimal 25 Orang dan Max 200 orang Tour Teleskop Zeiss

(Selama jam berkunjung)

Malam Umum

(Perlu perjanjian)

Jadwal dari Observatorium

Rabu
Kamis
Jumat
Sabtu
Biaya Rp 5.000/orang Rp 10.000/orang

Keterangan:
Observatorium Bosscha tidak menerima kunjungan pada:
1.   Hari libur Nasional.
2.   Tanggal 30 Desember – 5 Januari tahun berikutnya.
3.   Seminggu sebelum dan sesudah Hari Raya Idul Fitri.

Karena banyaknya permintaan, masyarakat yang ingin mengunjungi Observatorium Bosscha sebaiknya mendaftarkan diri sebelum datang. Pendaftaran dapat dilakukan di:

Telefon/Fax: 022-2786001
Email : kunjungan@as.itb.ac.id

(64)

Diu Oktora Ibu satu orang putra ini berprofesi sebagai jurnalis. Ia pernah bekerja pada sejumlah media massa, baik cetak maupun televisi. Dan kini ia bekerja di stasiun ANTV, Jakarta. Membaca, jalan-jalan, dan menulis feature adalah kegemarannya. Karya tulisnya dapat dilihat di www.diuoktora.blogspot.com.

Comments with Facebook

Comment(11)

  1. pak, kalo ke bosscha nya cuma dua org aja, mesti daftar dulu juga?

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  2. Saya dan rombongan keluarga 7 orang mau berkunjung ke Bosscha lebaran nanti bisa gak ya?

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  3. Saya mau ke Boscha, mungkin akhir bulan ini. Kira2 kalo cuma 2 orang bisa gak yaa? Saya jauh nih datangnya, dari Pontianak, Kalimantan Barat.

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  4. Kalo saya mau berkunjung ke Boscha akhir Juni / awal Juli 2010 apakah masih bisa? Jumlahnya cuma 6 orang? Juga apakah anak dibawah 5 tahun boleh ikut masuk? Terimakasih.

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  5. Saya tertarik untuk mengunjungi Bosscha, tapi bisa gak datang perorangan pada siang hari? Makasih.

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  6. Maaf, kira-kira bisa diberikan jadwal kunjungan seperti bulannya…
    pada bulan apa kira2 yang baik…. Lalu untuk perjanjian minimal diharuskan berapa hari sebelum kunjungan?

    Terimakasih

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  7. Saya ingin bertanya sedikit tentang Bosscha. Kira-kira berapa harga tiket masuk ke Bosscha di awal bulan Juni dan minimal umur berapa yang di kenakan biaya untuk masuk ke Bosscha? Bisa tidak saya booking untuk tanggal 06 juni 2010? Tepatnya hari minggu. Walaupun bosscha di jadwalkan hari minggu tutup. Terimakasih.

    Iyo dari Bogor

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  8. Faisal: masih boleh masuk ke ruangan teropongnya.

    Ingky: ada petugas yang bisa memberikan penerangan kok, jadi pasti menarik untuk wisata di Boscha.

    All: selamat berwisata

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  9. Hmm, menarik sekali wisata edukasi ini. Kalau boleh tau, saya dengar di Bosscha ini sudah tidak boleh lagi masuk sampai ruangan teropongnya, apakah benar?

    Terima kasih

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  10. Semoga Observatorium Bosscha bisa menjadi objek wisata yang sama menariknya seperti Ciater maupun Tangkuban Perahu.

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  11. Menarik sekali, tolong diberitahukan kegiatan apa saja yang dapat dilakukan disana. Misalnya, apakah ada guide yang bisa memberikan penerangan sedikit tentang bintang2? Terima kasih.

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *