Home Lancong Malino, Pesona yang Tak Melekang
8

Malino, Pesona yang Tak Melekang

59
8

Panorama air terjun Takkapala, Malino, Sulawesi Selatan.
Panorama air terjun Takkapala, Malino, Sulawesi Selatan. Foto: Muslimin Beta.

Malino. Sedari dulu, kota kecil di Sulawesi Selatan ini sudah terkenal. Berbagai peristiwa politik penting ditandatangani di kota ini. Mulai dari perjanjian antara Indonesia dengan penjajah Belanda hingga perjanjian Poso dan Ambon yang diprakarsai oleh Jusuf Kalla. Tapi tidak hanya karena itu Malino dikenal. Udaranya yang sejuk serta panorama alamnya yang memikat juga membuat ia hinggap di memori banyak orang.

Dari Makassar, Sulawesi Selatan, jarak tempuh menuju Malino mencapai sekitar 70 kilometer. Dengan melewati bendungan raksasa Bili-Bili yang sanggup menyegarkan mata, waktu tempuh pun sekitar satu jam. Tak heran, pada akhir pekan, banyak warga Kota Makassar yang memilih Malino sebagai tempat peristirahatan.

Untuk mencapai Malino, Anda harus melalui jalan yang, belakangan ini, tampak terbengkalai. Penyebabnya tak lain karena hilir mudiknya kendaraan-kendaraan berat, seperti truk pengangkut pasir dan batu. Meski demikian, di akhir pekan, Malino tak pernah sepi. Di sini ada air terjun yang posisinya tegak lurus dari puncak tebing. Takkapala, demikian nama air terjun ini. Gemuruh suara air yang terjun bebas tak pernah berhenti barang sejenak. Keberadaannya menjadi seperti magnet yang menggoda wisatawan domestik dan asing untuk selalu kembali.

Jarak dari Kota Malino ke lokasi air terjun ini terpaut sekitar tujuh kilometer. Jalannya sedikit berliku. Anda harus naik turun bukit. Meski secara keseluruhan kualitas jalan relatif baik, di beberapa titik dapat dijumpai jalan-jalan yang berlubang. Perjalanan menuju lokasi air terjun mungkin bisa membuat perut Anda terguncang. Namun, di sisi kiri dan kanan Anda terhampar pemandangan yang cukup elok.

Di lokasi air terjun, Anda harus berani menaiki bukit batu. Tangganya berbentuk batu yang sudah disusun sedemikian rupa sehingga pengunjung dapat dengan mudah melaluinya. Sedangkan untuk menjangkau dasar air dan melakukan aktivitas pemandian, ada gundukan batu-batu besar basah nan licin. Diperlukan kewaspadaan ekstra untuk menuruninya. Tetapi jangan khawatir. Warga setempat selalu siap menyediakan jasanya untuk membantu menuruni tangga berbatu, disamping ada beberapa pagar yang dapat dijadikan sebagai tempat berpegangan.

Puas menikmati air terjun, kebun teh dapat menjadi alternatif berikutnya. Posisi kebun teh yang memiliki areal sangat luas ini berada di arah utara Kota Malino, tepatnya di Dusun Pattapang, sekitar tiga kilometer dari pasar inpres Malino. Untuk mencapainya, Anda dapat melalui jalan poros Malino-Sinjai. Untuk memasuki perkebunan teh yang dikelola oleh sebuah perusahaan swasta ini, seperti yang saya lakukan pada 2009, dikenakan biaya tiket sebesar Rp 10.000 per mobil.

Puncak kebun teh adalah posisi yang sangat tepat untuk memanjakan diri. Untuk mencapainya, Anda harus rela memutari kebun. Jalan tanah yang sempit membuat pengunjung harus berhati-hati. Namun ini semua akan terbayar jika Anda sudah sampai di puncak. Udara dingin bisa Anda nikmati bersama segelas kopi atau teh hangat dengan makanan kecil dari satu-satunya kedai yang terdapat di puncak. Sementara itu, mata Anda dapat disegarkan dengan pemandangan hamparan kebun teh dengan latarbelakang pabrik pengolahan teh.

Di puncak ini jugalah tempat yang nyaris sempurna untuk mengabadikan pemandangan alam Malino dan kebun tehnya. Dan jika Anda ingin berkeliling, di sini ada jasa penyewaan kuda. Di atas kuda, mengelilingi kebun teh tentu menjadi pengalaman yang lebih asyik.

Setelah menikmati pemandangan Malino, jangan lupa singgah di Pasar Malino. Anda bisa belanja sayur-sayuran atau buah-buahan segar. Di sini ada oleh-oleh khas Malino yang bisa Anda bawa pulang. Sayur kentang dan sawi serta buah markisa sangat terkenal dari Malino.

(59)

Muslimin Beta Muslimin Beta adalah seorang peneliti dan analis kebijakan publik yang berdomisili di Sulawesi Selatan.

Comments with Facebook

Comment(8)

  1. Hahahai… Keren… SULAWESI GETOO…. Ndak salah pilih orang Malino, orangnya ramah2 pule….

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  2. Kayaknya hampir sama kalo mau ke coban Rondo pujon batu…..
    Tapi lebih seru mana ya..?

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  3. MALINO

    I really miss you.
    I’m origin of this little cute city but i’m now living far from the lovely one. See u on December, I’ll be there!!!

    ray

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  4. Ada bandara gak di sana? Kayaknya seru ya. Atau harus ke Makassar dulu?!

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  5. Saya beberapa kali ke Sulawesi Selatan. Emang indah di sana. Tapi belum sampai ke Malino.

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  6. Hehehe ndak singgah di smudama, pintu masuknya kek pintu masuk alcatraz 😀

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  7. Malino tempat yang bagus buat berwisata. Sayang tempat menuju ke sana jalannya rusak. Semoga pejabat terkait mau peduli dengan daerahnya sendiri.

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *