Home Lancong Selat Solo di Jakarta
4

Selat Solo di Jakarta

260
4
Suasana teras rumah makan Warung Solo.
Suasana teras rumah makan Warung Solo. Foto-foto: Siti Nurdina.

Rumah makan Warung Solo terletak di kawasan Jeruk Purut, Jakarta Selatan. Posisinya yang berada persis di pinggir jalan membuat rumah makan khas Jawa ini tak sulit untuk saya temukan. Apalagi bentuk bangunannya cukup khas untuk dikenali, yakni berbentuk joglo yang diselimuti warna hijau lumut. Di sudut-sudut atapnya juga tergantung kentongan.

Saat memasukinya, saya seolah sedang bukan berada di Jakarta dengan segala kecepatan dan keriuhannya. Di sini semua orang disambut alunan gending Jawa yang terdengar lembut. Dan ini membuat saya seperti sedang berada di Solo – tanpa perlu repot memesan tiket pesawat atau kereta untuk mendapatkan suasana “kampung” Solo.

Pelanggan menikmati hidangan di bagian dalam yang kental dengan suasana Jawa.
Pelanggan menikmati hidangan di bagian dalam yang kental dengan suasana Jawa.

Sesuai dengan namanya, berbagai menu makanan yang ditawarkan di sini semuanya khas Jawa. Sebut saja nasi gudeg tahu, ayam goreng kampung, nasi timlo, dan nasi garang asem. Semua makanan ini disajikan diatas kemarang (piring bulat dari bambu) dan beralaskan daun pisang.

Untuk menu andalan, Warung Solo punya nasi liwet komplit dan selat solo. Dan saya memesan yang terakhir. Menu ini mirip dengan semur daging, hanya saja selat solo tidak menggunakan santan sehingga kuahnya menjadi encer. Daging sapi yang digunakan direbus hingga empuk bersama bumbu dapur seperti bawang merah, cengkeh, pala, kecap manis dan bumbu yang dihaluskan seperti bawang putih, lada, dan sedikit garam.

Selat solo dibuat dengan sedikit saus yang terbuat dari kuning telur dan margarine cair dengan sedikit garam dan gula. Ketika disajikan, selat solo dilengkapi dengan wortel, buncis, kentang yang direbus, irisan telur pindang, dan daun selada. Rasa kuah dagingnya sedikit manis. Untuk mendapatkan cita rasa yang agak pedas, ketika itu saya meminta ditambahkan irisan cabai rawit.

Nasi liwet dan es degan.
Nasi liwet dan es degan.

Seperti makanan, minuman di sini pun khas Jawa, seperti gula asem, es blewah, susu jahe, beras kencur, dan teh manis – yang terakhir mungkin tidak semata khas Jawa. Dan saya pun memesan apa yang menjadi menu andalan di Warung Solo ini yakni es degan. Minuman ini terbuat dari air kelapa muda yang dicampur dengan gula Jawa cair. Daging buah kelapanya juga dipilih yang masih muda, sehingga empuk dan sangat segar jika dinikmati di siang hari yang terik seperti saat ini.

Tempat menaruh dan meracik aneka hidangan khas Solo.
Tempat menaruh dan meracik aneka hidangan khas Solo.

Untuk harga, makanan di warung yang sudah berdiri selama tiga tahun ini membuat saya tidak merogoh kantong dalam-dalam. Menu-menu yang ditawarkan tadi berkisar dari harga dua ribu rupiah hingga dua puluh ribu rupiah. Dengan pelayanan yang ramah dari pelayan, saya betul-betul nyaman berada di sini.

(260)

Siti Nurdina Penulis lepas di Jakarta.

Comments with Facebook

Comment(4)

  1. Sambel bawange mak pyarrrrrrr puedees.

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  2. Itu deketnya pintu masuk kuburan Jeruk Purut, ada papan namanya kok, warung solo gitu. Nama jalannya Madrasah. Enakan lewat Ampera Raya (Kemang lurus terus ke arah Cilandak), nanti ada pertigaan lampu merah, belok kanan (pas di situ, di sebelah kanan ada nasi padang Sederhana gede). Abis itu lurus aja, sebelah kiri jalan itu warung solo.

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  3. Tertarik pengen kesini, kalau boleh tahu posisi jelasnya dimana nih?

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *