Home Lancong Museum Layang-Layang Indonesia
4

Museum Layang-Layang Indonesia

42
4
Museum Layang-layang
Museum Layang-layang. Foto-foto: Novieta Tourisia.

Kecintaannya pada layang-layang dan keinginannya yang besar untuk menghidupkan kembali kebudayaan bangsa Indonesia membuat seorang ahli kecantikan, Endang Wijanarko Puspoyo, lantas mendirikan Museum Layang-Layang Indonesia.

Berlokasi di Jl. H. Kamang No. 38, Pondok Labu, Jakarta Selatan, museum ini memiliki beberapa ruangan yang terdiri dari museum utama, ruang sinema, café, serta galeri. Saat memasuki bangunan yang fondasi arsitekturnya didominasi batu bata merah ini, kita akan disambut dengan suasana yang teduh dan asri berikut keramahan penjaga museum.

Ada beragam kegiatan yang bisa kita lakukan selama kunjungan selain berkeliling atau observasi, yaitu belajar melukis, membuat keramik, membatik, bahkan berenang di kolam yang disediakan untuk umum. Selain itu, dalam program berdurasi kurang lebih 60 menit, disediakan juga kegiatan seperti menonton film pendek mengenai sejarah dan keunikan permainan layang-layang, tur keliling museum yang didampingi oleh pemandu, serta workshop tentang bagaimana membuat dan melukis layang-layang.

Museum Layang-layang
Museum Layang-layang

Museum ini menyajikan informasi yang cukup mendalam tentang sejarah dan budaya permainan layang-layang. Beraneka ragam koleksi layang-layang yang ditampilkan tidak saja berasal dari seluruh Nusantara, tetapi juga dari Asia Tenggara, Jepang, bahkan dari zaman purbakala yang berupa replika layang-layang yang terbuat dari dedaunan. Ada juga miniatur layang-layang yang meskipun ukurannya kecil tetapi dapat diterbangkan.

Sampai saat ini belum dapat diungkapkan secara gamblang kapan tepatnya permainan layang-layang ditemukan. Meski demikian, banyak yang percaya bahwa Chinalah yang memperkenalkan permainan ini pada 3000 tahun silam. Dari negeri itu permainan ini menyebar ke pelosok negeri di kawasan Micronesia, Pasifik Selatan, dan Eropa.

Seiring perkembangan waktu dan teknologi, fungsi layang-layang pada masing-masing wilayah kemudian menjadi berbeda-beda. Jika di Eropa digunakan untuk membantu aktivitas yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan, di Asia layang-layang seringkali berkaitan dengan religi, tradisi, atau sesuatu yang bersifat sosial.

Museum Layang-layang
Museum Layang-layang

Sadar atau tidak, sesungguhnya layang-layang telah menjadi bagian dari budaya masyarakat. Banyak aspek yang terlahir dari permainan ini dan memiliki kelebihan masing-masing, baik di bidang seni, budaya, tradisi, maupun teknologi. Kelestarian permainan pramodern ini penting agar ia dapat tetap “hidup” hingga generasi berikutnya.

Buka setiap hari: 09.00 – 17.00 WIB (tutup pada hari libur nasional)
HTM: Rp 10.000 (tidak termasuk harga untuk program lain seperti membuat keramik, membatik, dan berenang).

(42)

Novieta Tourisia Penulis lepas, berdomisili di Jakarta.

Comments with Facebook

Comment(4)

  1. Dari UPN sebelah mananya? Minta denah lokasi museum layang-layangnya dong.

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  2. Museum ini milik Widjarnako Puspoyo yang merupakan bekas petinggi Bulog yang terlibat kasus korupsi yang sangat parah. Aset-asetnya banyak yang disita negara, salah satunya museum wayang ini.

    Sebenarnya museum layang ini hanya “kedok” untuk menyembunyikan aset-asetnya. Sudah disita oleh kejaksaan agung. Saat ini museum wayang sangatlah sepi, kurang menarik, tidak hidup, dikarenakan kasus korupsi yang sangat suram.

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  3. Secara umum, sepertinya musium ini menyenangkan, dan akan memperkaya wawasan. Berharap Wisataloka buat tour programnya.!!!

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  4. Mmhhhh jadi tau….. Ada museum layang-layang juga ya……

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *