Home Lancong Menelusuri Jejak Surabaya
4

Menelusuri Jejak Surabaya

30
4
Salah satu gedung bersejarah di Surabaya, Jawa Timur. Foto-foto: Amelia Wulan P.
Salah satu gedung bersejarah di Surabaya, Jawa Timur. Foto-foto: Amelia Wulan P.

Surabaya adalah kota yang memiliki banyak cagar budaya. Cagar-cagar ini dapat menjadi jendela untuk melongok semesta sejarah Surabaya. Dalam konteks menelusuri jejak sejarah itulah program Surabaya Heritage Track menggelar tur keliling kota dengan menggunakan bis (city sightseeing bus).

Surabaya Heritage Track (SHT), atau Jejak Warisan Surabaya, adalah program House of Sampoerna (HoS) untuk memperkenalkan bangunan-bangunan cagar budaya dan sejarah kota. Selain agar agar apresiasi masyarakat terhadap peninggalan sejarah kota dapat terus tumbuh dan terlestarikan, House of Sampoerna, yang menempati salah satu bangunan cagar budaya berusia 145 tahun, juga memaksudkannya agar sejarah kota Surabaya beserta peninggalannya dapat lebih dikenal oleh wisatawan.

Rombongan tengah mengelilingi Surabaya.
Rombongan tengah mengelilingi Surabaya.

“Kami berharap program SHT ini akan menumbuhkan kepedulian dan kecintaan masyarakat, terutama pemilik bangunan cagar budaya, untuk melestarikan serta merawat bangunan- bangunan yang memiliki nilai sejarah ini,” ujar Yos Ginting, Direktur Corporate  Affairs PT HM Sampoerna, Tbk, saat menggelar konferensi pers, Senin (8/9), di function Hall di House of Sampoerna, Surabaya, Jawa Timur.

Ratusan cagar budaya yang masih utuh ini umumnya terdapat di kawasan Surabaya Utara, dimana 164 diantaranya sudah ditetapkan sebagai Bangunan Cagar Budaya oleh pemerintah. Bagi wisatawan, hal ini menjadi daya tarik tersendiri. Dengan nilai historis arsitektur yang tinggi, bangunan-bangunan cagar budaya yang terawat baik, serta latar belakang sejarah kota yang menarik, cagar-cagar warisan ini berpotensi besar menjadi salah satu destinasi wisata baru kota Surabaya, baik bagi wisatawan dalam negeri maupun mancanegara.

Untuk menjalankan program ini, House of Sampurna, melalui payung program “Sampoerna Untuk Indonesia”, menggelar tur keliling kota dengan menggunakan bis (city sightseeing bus) di Surabaya Utara. Untuk menghadirkan suasana tempo dulu, bis-bis dibuat menyerupai kereta trem yang pernah ada di Surabaya. Dengan begitu, para tracker (penumpang bis), yang tak dipungut bayaran, dapat menikmati sejarah kota pahlawan ini, cerita babad Surabaya, ragam kebudayaan, dan juga informasi tempat-tempat wisata lain di Surabaya.

Gedung bersejarah.
Gedung bersejarah.

“Tur ini kami selenggarakan karena banyaknya pertanyaan dan keingintahuan masyarakat pada peninggalan sejarah di Surabaya. Ketertarikan ini kami tangkap dengan mengadakan tur keliling kota, sehingga peninggalan dan sejarah kota Surabaya tetap dikenal oleh generasi muda kita,” kata Ina Silas, General Manager House of Sampoerna.

Tur dengan bis ini akan mengelilingi Surabaya tiga kali dalam sehari. Dimulai pada 9 Juni 2009, bis-bis ini akan beroperasi mulai pukul 09.00 sampai 17.00 WIB. Pada Selasa sampai Kamis, penumpang akan mengelilingi Surabaya dengan rute pendek dan berdurasi satu jam, yaitu dari House of Sampoerna – Tugu Pahlawan – House of Sampoerna. Sedangkan pada Jumat sampai Minggu, bis akan melalui rute panjang, yakni House of Sampoerna – Taman Surya – House of Sampoerna.

“Sampoerna untuk Indonesia” merupakan rangkaian kegiatan dan program yang dilaksanakan oleh PT HM Sampoerna Tbk. sebagai bentuk sumbangsih dan peran serta perusahaan dalam memajukan bangsa dan masyarakat Indonesia. Kegiatan dan program “Sampoerna Untuk Indonesia” mencakup berbagai bidang, diantaranya pendidikan, kesehatan, pemberdayaan masyarakat, tanggap darurat bencana, pelestarian seni dan budaya, serta penyelenggaraan ajang penghargaan karya jurnalistik “Anugerah Adiwarta Sampoerna”.

(30)

Amelia Wulan P Perwakilan LenteraTimur.com untuk Jawa Timur. Selain itu, ia juga bekerja sebagai jurnalis di salah satu stasiun televisi yang berpusat di New York, Amerika Serikat.

Comments with Facebook

Comment(4)

  1. Aku lahir di Surabaya, kecilku di Surabaya, setiap sore aku berenang di sungai berantas wonwromo, air minumku pun berasap dari sungai berantas… tapi sekarang aku kerja dan menikah dengan orang Australia dan menetap di sana, aku sangat merindukan Surabaya…

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  2. Sebagai yang pernah menikmati SHT, sungguh ini semoga akan menjadikan masyarakat cinta akan warisan budaya atau bangunan-2 yang ada di Surabaya.

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  3. Wah.. biar udah 3 tahun di sini tetep aja belum mengenal Surabaya dengan baik… Sempat malu juga pas temen dari Jakarta dateng ke sini… Bingung mau ngajakin kemana… Mana dia sukanya tempat2 bersejarah pula… Yang aku tau cuma Tugu Pahlawan… Udah gitu kesiangan n tutup pula kemarin… nasib 😀

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  4. Saya sering ke SUrabaya, tetapi nampaknya pemerintah kotanya belum menata wisata sejarah di Kota itu. Tetapi setelah membaca artikel ini, saya menjadi tahu tentang situs-situs sejarah kota Surabaya dan menarik untuk dijelajahi.
    From Makassar with Love

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *